Samarinda (ANTARA Kaltim) -  Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong dan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sekaligus pemberdayaan peran usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di daerah setempat.

"Dalam kaitan ini, kami melaksanakan kebijakan pengembangan UMKM melalui dua pendekatan utama, yaitu mendorong peran intermediasi perbankan kepada UMKM dan peningkatan kapasitas ekonomi UMKM baik di Kaltim maupun di Kaltara," ujar Kepala BI Kantor Perwakilan Kaltim Muhammad Nur di Samarinda, Jumat.

Dalam upaya pemberdayaan UMKM di Kaltim dan Kaltara, BI telah melakukan pembentukan beberapa klaster bekerja sama dengan pemerintah daerah, seperti klaster padi dan bawang merah di Kabupaten Kutai Kartanegara, klaster cabai di Kota Samarinda, serta klaster padi dan peternakan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Selain itu, BI juga menginisiasi pembentukan "mini university" (universitas mini) yang ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja, terkait menurunnya kegiatan usaha di bidang pertambangan.

Untuk kelas universitas mini, lanjutnya, pada 2 Desember 2016 telah dilakukan wisuda kepada 20 orang peserta untuk angkatan pertama.

Dalam kelas itu, peserta memperoleh manfaat besar untuk membuka usaha, setelah mendapat pembekalan terkait landasan profesional dan mumpuni untuk berkembang sehingga akan memiliki jejaring luas.

Program kelas universitas mini memiliki tema "Today is a student, tomorrow is a business professional". Para peserta yang sebagian besar eks karyawan tambang tersebut diberikan pelajaran dan pelatihan sesuai dengan kurikulum yang disusun bersama pihak terkait.

Sedangkan di bidang sistem pembayaran, jelas Nur, arah kebijakan BI akan diwujudkan dalam langkah-langkah memperkuat unsur kelembagaan dan infrastruktur sistem pembayaran domestik serta mendorong inklusi keuangan.

Pelaksanaan arah kebijakan tersebut akan berpijak pada misi menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, lancar dan andal dengan memperhatikan perluasan akses dan perlindungan konsumen.

Di sisi pengelolaan uang rupiah, pihaknya terus mendorong "clean money policy" hingga ke kawasan terpencil dan pulau terluar melalui "masterplan Centralized Cash Network Plan" (CCNP).

"Saat ini, Bank Indonesia Provinsi Kaltim memiliki empat lokasi CCNP baik di Kaltim maupun Kaltara, yakni di Sangatta (Kabupaten Kutai Timur), Kabupaten Berau, Tanjung Selor (Kaltara), dan Melak (Kabupaten Kutai Barat)," ujar M Nur. (*)

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026