Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda Kemenperin RI dan Pemkab Kutim menjalin kerja sama untuk pengembangan UMKM ke depan
Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda, Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memfasilitasi pelatihan sertifikasi halal untuk memperluas pasar.
"Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda Kemenperin RI dan Pemkab Kutim menjalin kerja sama untuk pengembangan UMKM ke depan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutim Nora Ramadani di Sangatta, Selasa.
Kerja sama tersebut meliputi pelatihan sertifikasi halal bagi pelaku usaha lokal, peningkatan kompetensi laboratorium aparatur, hingga penerapan konsep industri hijau sebagai standar pembangunan pabrik ke depan.
Sertifikasi halal ini masuk dalam Program Sehati (Sertifikasi Halal Terpadu Industri Halal) yang merupakan program dari Pusat Industri Halal (PIH) Kemenperin.
Sedangkan sasaran di Kutim adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) seperti produk makanan, minuman, kosmetik, kerajinan, dan tekstil.
Sertifikasi halal ini penting karena selain untuk menaikkan nilai jual produk juga untuk mengembangkan akses pasar produk lokal ke kancah nasional, bahkan hingga global.
Dari 250 UMKM yang terdaftar di Kutim, pada 2025 baru ada 80 UMKM yang memiliki sertifikasi halal, sedangkan target total hingga 2026 adalah 230 UMKM, sehingga tahun ini ditargetkan ada tambahan 150 UMKM yang difasilitasi memperoleh sertifikasi halal lewat kerja sama tersebut.
Sejumlah hal yang akan disampaikan dalam pelatihan melalui kerja sama tahun ini seperti sosialisasi dan pelatihan cara mengurus dokumen, pendampingan langsung dari tenaga ahli halal, pemeriksaan dan audit produk, serta pengurusan sampai terbit sertifikat.
Ia mengatakan, adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Kemenperin, maka pengembangan sektor UMKM di Kutim diyakini akan terus meningkat, bahkan produk lokal akan lebih dikenal secara luas.
Nora pun memberi apresiasi kepada pihak Unit Pelaksana Teknis Kemenperin Samarinda yang turun langsung ke Kutim guna memberi peluang untuk pengembangan berbagai potensi, terlebih Kutim juga dikenal sebagai penghasil produk pertanian yang terkenal karena telah mengekspor, yakni pisang kepok grecek.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026