"Nilai ekspor Kaltim bulan Juli turun 2,93 persen jika dibandingkan Juni, tetapi jika dibandingkan dengan Juli tahun 2015 lalu, maka penurunannya makin tinggi hingga minus 27,08 persen," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim M Habibullah di Samarinda, Jumat.
Apabila nilai ekspor yang sebesar 1,08 miliar dolar AS tersebut dirupiahkan, lanjutnya, maka setara dengan sekitar Rp14 triliun dengan catatan 1 dolar setara dengan Rp13.000.
Ekspor minyak dan gas (migas) pada Juli mencapai 0,29 miliar dolar atau mengalami penurunan 9,31 persen ketimbang Juni. Sedangkan ekspor non migas pada Juli sebesar 0,79 miliar atau menurun 0,34 persen ketimbang bulan sebelumnya.
Rincian komoditas yang diekspor Kaltim pada Juli 2016 antara lain bahan bakar mineral senilai 971,42 juta dolar, terdiri dari ekspor migas senilai 289,91 juta dolar dan bahan bakar mineral non migas sebesar 681,5 juta dolar.
Kemudian ekspor bahan kimia anorganik senilai 25,37 juta dolar, pupuk senilai 24,98 juta dolar, kayu dan aneka barang dari kayu termasuk arang senilai 17,82 juta dolar, lemak dan minyak hewani atau nabati senilai 15,77 juta dolar, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis 10,57 juta dolar.
Selanjutnya ekspor bahan kimia organik senilai 3 juta dolar, instrumen dan aparatus optis, fotografi, sinematografi, pengukur, pemeriksa, presis, medis, dan bedah senilai 1,74 juta dolar, kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api dan aksesorisnya senilai 1,45 juta dolar.
Sedangkan negara tujuan ekspor migas berbagai komoditas dari Provinsi Kaltim pada Juli 2016 adalah ekspor ke Jepang senilai 172,95 juta dolar, ke Taiwan senilai 54 juta dolar, ke Korea Selatan 22,17 juta dolar, ke Thailand 20,69 juta dolar, dan ekspor ke Singapura senilai 20 juta dolar.
"Untuk ekspor non migas negara tujuannya antara lain ke Tiongkok senilai 167 juta dolar, ke India 158,78 juta dolar, ke Jepang 117,63 juta dolar, Korea Selatan 81,47 juta dolar, Taiwan 66,91 juta dolar, ke Philipina 37 juta dolar, ke Malaysia 35,52 juta dolar, ke Thailand 34,92 juta dolar, dan ekspor ke Australia senilai 32,73 juta dolar," ucap Habibullah. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.