Hal itu disampaikan oleh Direktur Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Ditjen P2MKT (Pengembangan Pembangunan Masyarakat Kawasan Transmigrasi) Depnakertrans, Suharyanto Syamsuri di Samarinda, Minggu (4/4).
"Perhatian Pemprov Kaltim terhadap pembinaan para da’i pada masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubenur Kaltim Farid Wadjdy semakin meningkat," katanya pada jamuan makan siang seluruh peserta pelatihan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Farid Wadjdy di Jalan Milono Samarinda.
Ia mencontohkan bahwa daerah lain di Indonesia, biasabta pelatihan untuk para dai dilakukan di tempat yang sangat sederhana dan apa adanya namun di provinsi itu mendapat fasilitas tinggal dan pendidikan memadai.
Suharyanto menambahkan bahwa pernyataan itu bukan pujian namun keinginan agar daerah lain bisa meniru Kaltim dalam memberikan dukungannya bagi program transmigrasi.
Ia mengatakan bahwa membangun masyarakat dalam komunitas yang beragam dengan berbagai keterbatasan yang sangat kompleks membutuhkan dukungan pembinaan mental spiritual masyarakat yang kuat.
"Karena itu, peran para dai di kawasan itu menjadi sangat penting untuk menunjang proses-pembangunan yang direncanakan, khususnya tujuan program ketransmigrasian. Jadi program peningkatan kualitas dai strategis serta dukungan Kaltim ini harus dicontoh daerah lain," katanya.
Secara materi, para dai selain pendalaman soal agama juga pembekalan agama tentang berbagai prioritas pembangunan di Kaltim, antara lain tentang pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia dan revitalisasi pertanian dalam arti luas.
Menurut Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy yang juga mantan Kepala Kanwil Agama Kaltim itu bahwa tujuan memberikan pembekalan bidang lain, yakni agar para dai membantu berbagai program pemerintah, antara lain pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengembangan pertanian dalam arti luas.
Salah seorang dai, Abidin dari lokasi transmigrasi SP 1 Simenggaris, Nunukan mengatakan perhatian Pemprov Kaltim dirasakan sudah sangat baik.
"Kami belum pernah mendapatkan perhatian seperti ini sebelumnya. Namun kami masih berharap, pemerintah meneruskan perhatian ini menjadi lebih baik lagi untuk mendukung kegiatan dakwah kami di pedalaman dan perbatasan," katanya.
"Karena di sana, tantangan sangat berat, baik tantangan dari luar, maupun tantangan dari dalam negeri sendiri," imbuh dia.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.