"Kami optimis pada 2010 ini mampu mencapai target untuk PAD, terutama untuk pemanfaatan obyek wisata pantai," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Pemkot Balikpapan, Doortje Marpaung di Balikpapan, Minggu.
Obyek wisata pantai yang menjadi andalan kota "minyak" ini adalah Segara Sari Manggar. Selain itu ada pula bebeberapa obyek wisata pantai lainnya yakni pantai Lamaru, Kemala Bhayangkari dan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
Sejak awal Januari hingga pertengahan Maret 2010 ini tercatat PAD yang dihasilkan Pantai Segara Sari Manggar mencapai Rp131 Juta, yang nilai ini sudah melampaui dari target per triwulan sebelumnya yang berkisar Rp75 juta, dengan target pertahun Rp285 juta,jelasnya.
"Peningkatan pendapatan tersebut terjasdi karena adanya beberapa kegiatan yang membuat kunjungan wisatawan di kawasan pantai mengalami peningkatan, mulai liburan Tahun Baru hingga festival layang-layang yang berlangsung beberapa waktu lalu, sehingga PAD dari sektor pariwista ini juga meningkat drastis," kata Doortje, menambahkan.
Kawasan wisata pantai Segara Sari Manggar yang terletak di sebelah timur Balikpapan itu selalu ramai pengunjung baik dari dalam maupun luar kota Balikpapan di sekitarnya, seperti Penajam Paser Utara (PPU), Tanah Grogot, Samarinda, Tenggarong dan Bontang.
"Kegiatan di Pantai Manggar juga akan kita tingkatkan, kalau tidak tiap minggu mungkin setiap bulan ada hiburan,seperti hiburan musik dan tarian, olah raga voli pantai dan lainnya yang bisa mendorong peningkatan kunjungan," kata Doortje.
Untuk meningkatkan PAD dari obyek wisata pantai Segara Sari Manggar , tentunya Disporabudpar akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana.
Doortje mengatakan beberapa pembenahan yang dilakukan diantaranya adalah pemasangan pagar untuk mengantisipasi kebocoran pengunjung hingga pembuatan jalan baru menuju pantai yang segera dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan.
"Selain itu, kita juga akan melakukan pengembangan terhadap ekowisata berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BP HLSW) untuk melengkapi sarana, berupa jembatan, pusat informasi dan sarana penunjang lain," ujarnya.
: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.