Ketua Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov) Kaltim Yunus Nusi di Samarinda, Senin, mengatakan, uji coba ke luar negeri tersebut diagendakan pada tahun 2016, beberap bulan menjelang pelaksanaan PON di Bandung, Jawa Barat.
"Sebagai juara umum PON, kami punya tanggung jawab yang cukup berat, makanya kami harus mempersiapkan tim dengan sebaik-baiknya, bukan hanya latihan dengan tim dalam negeri, melainkan juga ingin menjajal tim yang lebih kuat di beberapa negara Asia Tenggara," kata Yunus.
Menurut Yunus, untuk mewujudkan latih tanding tersebut, Asprov Kaltim akan meminta bantuan PSSI Pusat, sebagai penghubung federasi sepak bola luar negeri.
"Meski saat ini PSSI tengah dirundung masalah baik di dalam negeri maupun sanksi oleh FIFA, tapi kami masih berkeyakinan PSSI masih punya akses untuk menghubungkan dengan tim sepak bola negara lain. Mudah-mudahan bisa terealisasi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tim sepak bola PON Kaltim yang diasuh oleh Edy Simon Badawi tengah melakukan "road show" melawan tim tim Sulawesi Selatan, Gorantalo, dan Palu.
Nanti, lanjut Yunus, giliran tim asal Pulau Jawa seperti Jatim, Jateng, Jabar dan DKI akan diuji coba dengan tim PON Kaltim.
"Kami juga menjadwalkan uji coba melawan tim asal Sumatera, seperti Sematera Selatan dan Sumatera utara, sebagai pelengkap tur melawan tim di Indonesia," katanya.
Ia menjelaskan hasil lawatan melawan sejumlah tim di berbagai penjuru Indonesia ini, akan digodok dan dievaluasi untuk membentuk tim yang benar-benar solid sebelum melaksanakan tur keluar negeri.
"Kita berharap melalui berbagai uji coba tersebut pemain PON Kaltim semakin matang dan terasah kemampuannya, supaya pada saat PON tim bisa menunjukan kualitasnya sebagai juara bertahan," tegasnya. (*)
Pewarta: ArumantoEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026