Sangata (ANTARA News) - Salah satu investor nasional dari PT. Bhakti Energi Persda (BEP) berminat membangun kereta api sepanjang 150 Km dalam mendukung program sektor pertambangan dan perkebunan (agroindustri) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.
"Bupati Isran Noor sangat senang karena jika program ini bisa terealisasi dalam waktu dekat karena akan sangat mendukung berbagai program kita, khususnya pengembangan agroindustri serta Pelabuhan Maloi," kata Kabag Humas Pemkab Kutim, H Syafranuddin di Sangata Senin usai penandatangan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemkab Kutai Timur dengan PT. BEP.
Bupati Isran Noor mewakili Pemkab Kutai Timur dan Jefrri Mulyono mewakili PT. BEP diwakili Jeffri Mulyono melakukan penandatangan MoU itu di Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi awal pekan ini.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan jalan rel kereta api itu sangat mendukung berbagai program pengembangan ekonomi baik pada sektor pertambangan, khususnya membawa batu bara serta pengiriman hasil produksi bidang perkebunan, yakni CPO (crude palm oil).
Pemkab Kutai Timur selain mengandalkan sektor pertambangan juga giat mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas, melalui program Gerdabangagri (Gerakan Daerah Pembangunan Agrobisnis).
Salah satu hambatan yang kini masih dirasakan berbagai pihak di Kutai Timur baik warganya, pemerintah daerah maupun investor adalah kelemahan pada bidang insrastruktur perhubungan sehingga MoU itu sejalan dengan program Pemkab Kutim untuk segera membenahi masalah itu, antara lain dengan membangun kereta api.
"Kami sangat tertarik, terutama pembangunan rel kereta api pengangkut CPO, sebab melihat, potensi SDA (sumber daya alam) di Muara Wahau sangat potensial untuk pembangunan daerah, di antaranya batubara, CPO dan hasil hutan lainnya," kata Jeffry Mulyono.
Proyek yang menembus jalan sepanjang 150 Km ditargetkan tahun 2010 ini sudah berjalan bahkan diharapkan lebih cepat karena banyak peluang usaha yang ingin dilakukan, sSebagai wujud komitmen perusahaan yang bermarkas di Jakarta ini mengandeng KTI.
Bupati Isran Noor dalam pertemuan itu, mengakui pembangunan infrastruktur di daerahnya sangat dibutuhkan karena APBD Kutim sangat terbatas untuk pembangunan infrastruktur.
"Kami sangat menyambut positif adanya perusahaan yang mau membangun infrastruktur terutama di bidang transportasi, karena biaya yang dibutuhkan sangat besar tapi jika ditangani swasta proses pembangunan akan berjalan cepat sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat," kata Isran Noor.
Isran berharap agar semua komponen saling membantu karena dampak pembangunan infrastruktur sangat membantu percepatan pembangunan daerah. Ia menggambarkan Cina yang mampu mengembangkan perekonomiannya dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur.
"Mari kita gandeng tangan bersama untuk membangun Kutim, kerjasama ini sangat menguntungkan sekali semua pihak karena akan mengurangi biaya produksi," pesan Isran Noor
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.