Jika Kekayaan SDA habis, kemudian SDM yang baik belum siap maka masyarakat Paser akan kalah bersaing,"Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), Kata Sekretaris Bappeda Paser Ali Hapsah, Pemerintah Kabupaten Paser satu pandangan dengan PT Kideco jaya Agung.
"Soal penyiapan SDM di Paser, pemerintah daerah satu pandangan dengan PT Kideco,†Kata Ali Hapsah saat memberikan sambutan pada Monitoring dan Evaluasi Program Bea Siswa PT Kideco Jaya Agung bersama dengan Pemerintah Daerah dan Forum CSR Kabupaten Paser di Hotel Grand Sadurengas, Rabu (12/8).
Menurut Ali, mempersiapkan SDM, khususnya di Kabupaten Paser, sangatlah penting karena masa yang akan datang kekayaan dari sumber daya alam (SDA) yang selama ini menjadi andalan daerah berangsur-angsur habis.
“Jika Kekayaan SDA habis, kemudian SDM yang baik belum siap maka masyarakat Paser akan kalah bersaing," katanya.
Program Beasiswa PT Kideco yang saat ini sedang berjalan, lanjut Ali adalah bagian dari upaya menyiapkan SDM Paser yang baik dan bermutu.
“Bagaimana tidak bermutu, untuk bisa mendapatkan beasiswa PT Kideco saja harus melalui seleksi yang cukup ketat," ujar Ali Hapsah.
Tim seleksi saja lanjut Ali adalah orang-orang profesional yang memang bergerak di bidang perekrutan SDM.
“Karena itu, selama proses seleksi dijamin tidak ada KKN," ungkap Ali.
Menurut Ali, serangkaian tes yang sangat selektif sengaja dilakukan untuk mendapatkan calon yang berintegritas.
“Integritas yang lebih penting lagi,†kata Ali.
Selama ini lanjut Ali Hapsah, hanya PT Kideco yang berkontribusi besar dalam menggunakan dana CSR untuk peningkatan pendidikan di Paser.
“Harapan kami, apa yang dilakukan PT Kideco bisa diikuti perusahaan lain yang beroperasi di Paser. Ingat, ada 200 perusahaan, jika 100 atau 50 perusahaan saja menyumbangkan dana CSR nya untuk pendidikan sungguh luar biasa untuk kemajuan SDM di Kabupaten Paser," tegas Ali Hapsah. (Adv)
Pewarta: R. WartonoEditor : Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.