Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memiliki potensi perikanan tangkap cukup besar yang dinilai mampu menunjang kebutuhan ikan, bukan saja untuk masyarakat kabupaten setempat, tetapi juga Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kabupaten ini memiliki potensi ikan tangkap untuk mendukung kebutuhan masyarakat setempat dan IKN,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya hasil ikan tangkapan nelayan di Penajam, Senin.
Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah penyangga IKN, ibu kota baru Indonesia, terdata memiliki sekitar 2.902 nelayan tergabung dalam 367 kelompok, serta kapal nelayan berbagai ukuran mencapai 2.505 unit.
Kemudian juga memiliki garis pantai sepanjang 272 kilometer yang dapat menunjang produksi ikan tangkap untuk menunjang kebutuhan IKN.
Pemerintah kabupaten terus melakukan upaya meningkatkan produksi sektor perikanan tangkap, jelas dia, salah satunya mengajukan sejumlah lokasi pesisir untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat.
Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dinilai dapat memacu peningkatan produksi perikanan tangkap, serta memicu peningkatan kesejahteraan nelayan.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga selalu mengalokasikan dana untuk bantuan mesin kapal dan alat tangkap ikan untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan.
'"Produksi ikan tangkap pada 2025 mengalami peningkatan dibanding pada 2024," katanya.
Tercatat produksi ikan tangkapan nelayan pada 2025 mencapai 6.672 ton atau mengalami peningkatan 66 ton dibanding hasil ikan tangkap pada 2024 hanya 6.606 ton, dan ditargetkan produksi ikan tangkapan nelayan pada 2026 mencapai 6.740 ton, demikian Andi Trasodiharto.
Baca juga: Penajam tingkatkan kesejahteraan nelayan lewat koperasi
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026