Jadi tahun ini, saya tanam 550 mangrove untuk menandai 55 tahun usia
Balikpapan (ANTARA) - Edi Mangun, akrab disapa Kaka Eddie, menanam 550 bibit bakau (Rhizopora mucronata) di RT 8 Salok Baru, Teluk Waru, Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang sudah dilakukan 25 tahun ini.
Manajer Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan itu juga mengajak banyak anak muda untuk turut serta.
“Biar melestarikan alam langsung dengan praktiknya,” kata Edi yang asli Sorong, Papua Barat, Minggu.
Apalagi yang memelihara nanti juga para anak muda ini, yang antara lain pernah tergabung dalam Sekolah Pantai Indonesia, program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang juga pernah bermitra dengan Patra Niaga dalam program-program lingkungan lainnya.
Setelah menanam, jelas Edi, yang paling penting kemudian memelihara. Meski mangrove bisa tumbuh dengan sendirinya, apalagi di kawasan seperti Salok Baru yang alamnya memang memiliki hutan mangrove, namun dengan dipelihara maka harapan tumbuhnya akan lebih baik lagi.
“Kan tidak terhindarkan, kalau pasang, air juga membawa sampah, sampah plastik terutama. Nah itu sampah bisa sangkut di mangrove yang baru ditanam. Bisa menutup akarnya atau melukai batangnya. Bahkan kalau entah dari mana ada batang kayu turut terbawa ombak ke lokasi mangrove ditanam, bisa habis itu bibit seperti dibuldozer,” kata Edi.
Di balik itu, Edi ternyata juga punya cerita lain. Kegiatan menanam pohon, mangrove diantaranya, sudah dimulainya sejak berusia 30 tahun. Bagi Edi, menanam pohon adalah kegiatan untuk bersyukur, yang satu momennya adalah di hari lahirnya pada 25 Januari.
“Jadi tahun ini, saya tanam 550 mangrove untuk menandai 55 tahun usia,” katanya seraya tersenyum.
Ia menambahkan, “Syukur atas nikmat usia, artinya waktu yang diberikan Tuhan pada kita. Juga atas nikmat kesehatan sehingga kita bisa beraktivitas dengan lancar,” ujarnya.
“Masih ada yang lebih penting lagi,” lanjutnya, “Menanam pohon itu juga artinya bersedekah oksigen. Sebab tanaman yang mampu mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang kita semua butuhkan untuk bernapas, untuk hidup, dan untuk bersyukur.”
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026