Samarinda (ANTARA) - Pakar komunikasi publik Universitas Mulawarman menilai pembangunan reputasi daerah yang dikelola melalui strategi komunikasi digital yang tepat dan efektif akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan iklim investasi.
"Kepercayaan adalah modal terbesar dalam investasi dan pelayanan publik, sehingga investor akan datang jika kita siap bukan secara SDM saja tetapi secara data," kata Pakar Komunikasi Publik Universitas Mulawarman (Unmul) Silviana Purwanti di Samarinda, Kamis.
Dia memaparkan bahwa terdapat tiga poin fundamental yang harus dipegang teguh oleh pemerintah dalam konteks pelayanan, yakni membangun kepercayaan, menjaga transparansi, dan memperkuat narasi pemerintah.
Menurut dia, kemudahan akses serta kecepatan dalam penyampaian informasi kepada publik juga menjadi kunci utama keberhasilan dalam sektor pelayanan.
Ia menilai bahwa meskipun promosi melalui kanal media sosial saat ini dianggap paling efektif, keberadaan bandara sebagai gerbang utama daerah tetap menjadi lokasi strategis untuk membangun citra bagi investor.
Akademisi Unmul tersebut menekankan bahwa bandara merupakan etalase fisik yang sampai hari ini masih sangat efektif untuk memberikan impresi awal kepada para pendatang maupun pemodal.
Strategi penyampaian pesan melalui metode storytelling yang memuat unsur 5W 1H dinilai akan membuat alur komunikasi berjalan dengan lebih baik dan terstruktur.
"Storytelling yang baik itu adalah salah satu kunci investor datang, karena kalau kita tidak bisa bercerita tentang apa yang mau kita jual maka bagaimana orang mau mengambil peluang tersebut," ujarnya.
Silviana menegaskan bahwa kemampuan menyusun narasi yang kuat sangat krusial untuk memastikan informasi spesifik yang dibutuhkan oleh para calon investor dapat tersampaikan secara utuh.
Pemerintah daerah diharapkan mampu menyajikan potensi wilayahnya dengan pendekatan yang menyentuh hati namun tetap berbasis pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesiapan daerah dalam menyambut investor tidak hanya diukur dari ketersediaan infrastruktur, melainkan juga kesiapan data pendukung yang komprehensif dan sumber daya manusia yang mumpuni.
"Reputasi positif yang terbangun dari kolaborasi antara data yang valid dan komunikasi yang humanis akan menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan global saat ini," demikian Silviana.
Data BI Kaltim, pada triwulan II tahun 2025, kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap PDRB Kaltim mencapai 35,47%, dengan korelasi tinggi terhadap realisasi investasi (PMDN dan PMA) sebesar 90%.
Pada periode yang sama, ekonomi Kaltim tumbuh 4,69% (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat 4,08% (yoy).
Pertumbuhan ini terutama ditopang sektor industri pengolahan yang meningkat 15,12% (yoy) melalui aktivitas di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Struktur ekonomi Kaltim saat ini didominasi oleh sektor pertambangan (34,11%), diikuti industri pengolahan (20,33%), konstruksi (11,48%), pertanian (9,65%), dan perdagangan (7,54%).
Sementara data realisasi investasi Kaltim hingga triwulan II 2025 mencapai Rp23,36 triliun, yang setara dengan 54,44% dari target tahunan sebesar Rp79,86 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 29,38% dibandingkan tahun sebelumnya.
