Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) memperkuat peran UMKM mulai dari edukasi pengembangan wirausaha hingga pembiayaan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), agar makin banyak kredit mengalir ke usaha kecil dan menegah.
"Hingga September tahun ini saja, pembiayaan sektor prioritas di Kaltim mencapai Rp106,87 triliun, termasuk Rp26,61 triliun untuk sektor UMKM," kata Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto di Samarinda, Sabtu.
Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Kaltim telah bergerak dari bertahan menuju bertumbuh, selaras dengan semangat Asta Cita Pemerintah RI untuk memperkuat kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
Sedangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait dalam melakukan edukasi dan pembinaan, BI Kaltim telah mengembangkan 100 UMKM binaan agar Go-Digital, Go-Export, dan menjadi UMKM Hijau.
Bahkan telah pula disalurkan pembiayaan senilai Rp12,6 miliar kepada 170 UMKM melalui Program Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM).
Selain itu, tahun ini juga telah disalurkan bantuan alat pertanian dan sarana produksi diberikan kepada 40 UMKM dan petani untuk mendukung ketahanan pangan.
Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pertumbuhan UMKM Hijau di Kaltim, beberapa bulan lalu pihaknya juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) dan pendampingan intensif bagi para pelaku UMKM lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapat edukasi komprehensif mulai dari pelatihan pencatatan keuangan menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).
Termasuk edukasi penyusunan Green Business Model yang berkelanjutan, hingga edukasi mengenai produksi ramah lingkungan, kemasan hijau (eco packaging), dan penyusunan sustainability report untuk memperkuat kelembagaan usaha.
Tak berhenti di situ, peserta juga dibekali strategi digitalisasi usaha, penguatan branding produk hijau, serta aktivasi kanal pemasaran daring, guna memperluas jangkauan pasar, untuk memperkuat ekosistem UMKM Hijau.
Sementara sebagai upaya memperkuat daya saing UMKM di era transformasi digital, BI Kaltim berkolaborasi dengan BI Balikpapan menghadirkan program Digital Kaltimpreneur.
Berangkat dari semangat untuk mendigitalkan UMKM lokal, program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran dan pendampingan komprehensif bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Melalui rangkaian pelatihan yang interaktif, peserta mendapat pembekalan tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan berbagai teknologi digital untuk pengembangan bisnis, mencakup aspek pemasaran, sistem pembayaran, pencatatan keuangan digital, serta berbagai strategi penguatan bisnis.
"Program ini dilengkapi dengan pendampingan dan pantauan daring, untuk memastikan keberlanjutan hasil pelatihan, agar peserta terus mengasah kompetensi digitalnya, menjaga konsistensi pemasaran, hingga memperkuat eksistensi produk lokal di sampai pasar global," kata Budi.
