• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Kamis, 12 Maret 2026
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

      Prabowo mohon doa dari ulama, Quraish Shihab: Kekuasaan bersumber dari Tuhan

      Rabu, 11 Maret 2026 7:10

      Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

      Soal status siaga 1, Panglima TNI kaitkan bencana alam

      Rabu, 11 Maret 2026 6:24

      Bantuan beras-minyak goreng mulai disalurkan jelang Lebaran

      Bantuan beras-minyak goreng mulai disalurkan jelang Lebaran

      Selasa, 10 Maret 2026 21:16

      Ada jual-beli titik dapur MBG, BGN investigasi

      Ada jual-beli titik dapur MBG, BGN investigasi

      Selasa, 10 Maret 2026 19:43

      Simulator berkuda harga Rp1 miliar, Polri sebut anggaran 2016

      Simulator berkuda harga Rp1 miliar, Polri sebut anggaran 2016

      Selasa, 10 Maret 2026 14:08

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      Polres Penajam-Bank Tanah tanam jagung di lahan 25 hektare

      Polres Penajam-Bank Tanah tanam jagung di lahan 25 hektare

      Rabu, 11 Maret 2026 19:28

      WFA tidak kurangi produktivitas Kabupaten Penajam layani masyarakat

      WFA tidak kurangi produktivitas Kabupaten Penajam layani masyarakat

      Rabu, 11 Maret 2026 17:10

      Penajam terus pantau bahan pangan agar harga stabll

      Penajam terus pantau bahan pangan agar harga stabll

      Selasa, 10 Maret 2026 14:43

      DPRD Penajam nilai jalan Sotek-Bongan selaras IKN

      DPRD Penajam nilai jalan Sotek-Bongan selaras IKN

      Selasa, 10 Maret 2026 12:46

      Gubernur Kaltim minta Baznas bangun rumah korban kebakaran di Paser

      Gubernur Kaltim minta Baznas bangun rumah korban kebakaran di Paser

      Kamis, 5 Maret 2026 10:52

      Pemprov Kaltim-PalmCo entaskan tengkes di Paser

      Pemprov Kaltim-PalmCo entaskan tengkes di Paser

      Minggu, 1 Maret 2026 14:03

      Dinsos Kaltim buat dapur umum di Paser pascakebakaran hebat

      Dinsos Kaltim buat dapur umum di Paser pascakebakaran hebat

      Sabtu, 28 Februari 2026 3:02

      Dinkes Paser dan Tanoto kolaborasi stimulasi otak sejak usia dini

      Dinkes Paser dan Tanoto kolaborasi stimulasi otak sejak usia dini

      Senin, 26 Januari 2026 13:50

      Dinsos-Baznas Kaltim kolaborasi pemulangan orang terlantar

      Dinsos-Baznas Kaltim kolaborasi pemulangan orang terlantar

      Kamis, 12 Maret 2026 2:09

      Pemprov Kaltim selesaikan pengembalian mobil dinas gubernur

      Pemprov Kaltim selesaikan pengembalian mobil dinas gubernur

      Rabu, 11 Maret 2026 21:35

      Kaltim stabilkan harga jelang Lebaran lewat gencarkan pangan murah

      Kaltim stabilkan harga jelang Lebaran lewat gencarkan pangan murah

      Rabu, 11 Maret 2026 17:53

      Program Perhutanan Sosial di Kaltim tembus 360 ribu hektare

      Program Perhutanan Sosial di Kaltim tembus 360 ribu hektare

      Rabu, 11 Maret 2026 4:39

      Islamic Center Kaltim gerakkan i'tikaf intensif demi Lailatul Qadar

      Islamic Center Kaltim gerakkan i'tikaf intensif demi Lailatul Qadar

      Kamis, 12 Maret 2026 5:47

      Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DBON Kalimantan Timur

      Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DBON Kalimantan Timur

      Rabu, 11 Maret 2026 2:12

      Polisi Samarinda bekuk pencuri baterai menara telekomunikasi

      Polisi Samarinda bekuk pencuri baterai menara telekomunikasi

      Selasa, 10 Maret 2026 18:12

      Polresta Samarinda bongkar sindikat pencurian kabel negara

      Polresta Samarinda bongkar sindikat pencurian kabel negara

      Senin, 9 Maret 2026 18:17

      18 kapal feri Balikpapan-PPU siap hadapi puncak mudik

      18 kapal feri Balikpapan-PPU siap hadapi puncak mudik

      Selasa, 10 Maret 2026 16:19

      Bandara Sepinggan antisipasi lonjakan penumpang Lebaran 2026

      Bandara Sepinggan antisipasi lonjakan penumpang Lebaran 2026

      Sabtu, 28 Februari 2026 0:12

      Polda Kaltim ungkap 163 kasus narkotika, Januari-Februari 2026

      Polda Kaltim ungkap 163 kasus narkotika, Januari-Februari 2026

      Kamis, 26 Februari 2026 16:07

      Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp41,68 triliun sepanjang 2025

      Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp41,68 triliun sepanjang 2025

      Sabtu, 21 Februari 2026 5:56

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Industri asuransi butuh penyesuaian premi jaga keberlangsungan nasabah

      Industri asuransi butuh penyesuaian premi jaga keberlangsungan nasabah

      Kamis, 12 Maret 2026 3:59

      Kaltim gelar pangan murah, jaga stabilitas harga jelang Lebaran

      Kaltim gelar pangan murah, jaga stabilitas harga jelang Lebaran

      Kamis, 12 Maret 2026 2:48

      Pelni kerahkan lima kapal angkut pemudik dari Balikpapan

      Pelni kerahkan lima kapal angkut pemudik dari Balikpapan

      Rabu, 11 Maret 2026 17:22

      Tambahan rute baru pengaruhi lonjakan penumpang Lebaran di Bandara Samarinda

      Tambahan rute baru pengaruhi lonjakan penumpang Lebaran di Bandara Samarinda

      Rabu, 11 Maret 2026 15:55

      Pertamina Hulu Kaltim bor sumur sisipan

      Pertamina Hulu Kaltim bor sumur sisipan

      Rabu, 11 Maret 2026 15:21

  • Olahraga
    • PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

      PSG tidak minat balas dendam kepada Chelsea

      Rabu, 11 Maret 2026 8:04

      Piala Dunia tetap berjalan walau Timur Tengah memanas

      Piala Dunia tetap berjalan walau Timur Tengah memanas

      Selasa, 10 Maret 2026 20:53

      Thom Haye tidak masuk "Garuda Calling" pertama

      Thom Haye tidak masuk "Garuda Calling" pertama

      Selasa, 10 Maret 2026 7:47

      Beckham jadikan kemenangan atas Persik modal hadapi Borneo

      Beckham jadikan kemenangan atas Persik modal hadapi Borneo

      Selasa, 10 Maret 2026 5:54

      PBSI evaluasi performa tim Indonesia dalam All England

      PBSI evaluasi performa tim Indonesia dalam All England

      Senin, 9 Maret 2026 19:47

  • Umum
    • Prabowo peringatkan pejabat negara tidak berikan laporan akal-akalan

      Prabowo peringatkan pejabat negara tidak berikan laporan akal-akalan

      Kamis, 12 Maret 2026 6:43

      Korut dukung pemimpin tertinggi baru Iran

      Korut dukung pemimpin tertinggi baru Iran

      Rabu, 11 Maret 2026 13:28

      Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

      Skenario haji disiapkan hadapi konflik Timur Tengah

      Rabu, 11 Maret 2026 7:38

      Iran tolak gencatan senjata karena penyerang harus "ditampar"

      Iran tolak gencatan senjata karena penyerang harus "ditampar"

      Rabu, 11 Maret 2026 5:48

      Masyarakat ajukan uji materi UU APBN terkait MBG

      Masyarakat ajukan uji materi UU APBN terkait MBG

      Selasa, 10 Maret 2026 21:46

  • IKN
    • Otorita IKN siapkan SDM pengembangan superhub ekonomi

      Otorita IKN siapkan SDM pengembangan superhub ekonomi

      Rabu, 11 Maret 2026 15:31

      Jalan West Residence di IKN sudah 65,85 persen selesai

      Jalan West Residence di IKN sudah 65,85 persen selesai

      Selasa, 10 Maret 2026 18:47

      Nol rupiah mudik lewat jalan tol IKN, tapi tetap pakai kartu

      Nol rupiah mudik lewat jalan tol IKN, tapi tetap pakai kartu

      Selasa, 10 Maret 2026 13:47

      IKN gaungkan pesan ekologi saat peringati Nuzulul Quran

      IKN gaungkan pesan ekologi saat peringati Nuzulul Quran

      Senin, 9 Maret 2026 12:05

      Otorita IKN percepat pembangunan lewat komunikasi warga

      Otorita IKN percepat pembangunan lewat komunikasi warga

      Minggu, 8 Maret 2026 3:47

  • Foto
  • Video
    • Ratusan rumah tak layak huni di Kaltim direnovasi lewat BSPS

      Ratusan rumah tak layak huni di Kaltim direnovasi lewat BSPS

      Rabu, 11 Maret 2026 16:54

      Bacitra dan Bus IKN buka layanan di Bandara SAMS Sepinggan

      Bacitra dan Bus IKN buka layanan di Bandara SAMS Sepinggan

      Selasa, 10 Maret 2026 14:36

      Kaltim adaptasi tuntutan industri hijau untuk komoditi ekspor

      Kaltim adaptasi tuntutan industri hijau untuk komoditi ekspor

      Jumat, 6 Maret 2026 21:17

      Dua gerbang masuk tol IKN dibuka dan gratis untuk jalur mudik

      Dua gerbang masuk tol IKN dibuka dan gratis untuk jalur mudik

      Kamis, 5 Maret 2026 16:41

      Perbaikan jalan provinsi yang rusak di Kaltim capai 85 persen

      Perbaikan jalan provinsi yang rusak di Kaltim capai 85 persen

      Rabu, 4 Maret 2026 18:25

Napas pesisir dalam genggaman akar mangrove

Oleh Ahmad Rifandi Senin, 1 September 2025 6:28 WIB

Napas pesisir dalam genggaman  akar mangrove

Seorang petambang di Desa Muara Badak Ulu melakukan aktivitasnya dengan penerapan silvofihery. (Antara Kaltim/HO-Dok Unmul).

Samarinda (ANTARA) - Suara mesin perahu klotok memecah hening perairan Desa Muara Badak Ulu, bagian dari Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Di atas perahu itu, Syamsul, seorang petambak dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala, membelah pagi menuju tambaknya.

Baginya, hamparan air payau yang dikelilingi rimbunnya hutan mangrove bukan sekadar lahan usaha, melainkan bukti dari sebuah pelajaran, bahwa alam tak bisa ditaklukkan, tapi harus dirangkul.

Syamsul masih ingat betul masa-masa ketika logika "bersih lebih baik" menjadi pegangan utama. Ia pun ikut membabat pohon-pohon bakau demi mengolah petak-petak tambak; Sebuah antitesis yang naif, mengingat tumbuhan itu sejatinya ialah penjaga ekologi kampung pesisir.

“Dulu di sini, semua ditebang. Bersih semua. Awalnya memang bagus hasilnya. Panen melimpah," kenang Syamsul seraya menunjuk area tambak.

Pada masa itu, para petambak beranggapan bahwa pohon bakau dan vegetasi mangrove lainnya ibarat rumput pengganggu yang harus dibersihkan agar udang dan ikan bisa tumbuh maksimal.

Lahan tambak yang lapang tanpa sebatang pohon pun menjadi pemandangan umum. Maka tak heran deforestasi tutupan lahan mangrove di Kalimantan Timur menempatkan tambak menjadi faktor terbesar (48,5 persen).

Jika ditilik, Kalimantan Timur kini memiliki luas mangrove 240 ribu hektare dengan potensi habitat yang bisa direstorasi sekitar 110 ribu hektare.

Aktivitas masa lalu petambak mendegradasi mangrove guna mengais rejeki ternyata tak sejalan dengan yang diharapkan.

“Setelah tujuh, bahkan hampir sepuluh tahun, hasilnya terus menurun, menurun, dan menurun,” tuturnya serius.

Kegagalan panen menjadi momok yang menghantui. Udang sering mati. Tak bertahan hidup bahkan kurang dari dua bulan.

Ekosistem tambak yang tadinya subur menjadi rapuh. Tanpa akar-akar bakau yang menahan sedimen dan menyediakan nutrisi alami, kualitas air memburuk.

Hama dan penyakit lebih mudah menyerang. Para petambak berada di titik terendah, menyaksikan sumber penghidupan mereka perlahan meredup.

Titik balik datang ketika konsep silvofishery atau wana mina mulai diperkenalkan kepada mereka. Sistem ini mengintegrasikan budidaya perikanan dengan penanaman mangrove di dalam atau di sekitar kawasan tambak.

Awalnya, ada keraguan. Lantaran didorong oleh keputusasaan dan bimbingan dari sekelompok pendamping, mereka pun mencoba.

Syamsul sendiri mulai menerapkan sistem ini sekitar tahun 2006. Ia dan anggota kelompok lainnya mulai menanam kembali bibit-bibit bakau di pematang dan di beberapa bagian tengah tambak mereka.

“Memang butuh waktu. Bakau yang ditanam di dalam tambak itu tumbuhnya lebih lama. Mungkin tiga tahun masih kecil,” jelasnya.

Mereka harus menunggu bertahun-tahun sebelum manfaatnya benar-benar bisa dirasakan.

Kini, setelah lebih dari satu dekade, pohon-pohon bakau itu telah tumbuh besar, membentuk benteng hijau yang kokoh. Hasilnya pun mulai terlihat nyata.

“Jauh lebih bagus sekarang kalau banyak bakaunya,” tegas Syamsul. “Pohon-pohon ini fungsinya seperti penyangga,” ujarnya lagi.

Akar-akar mangrove menjadi rumah bagi plankton dan biota kecil yang merupakan pakan alami bagi udang dan ikan bandeng. Daun-daunnya yang gugur terurai menjadi nutrisi organik yang menyuburkan air.

Lebih dari itu, rimbunnya mangrove menciptakan lingkungan yang stabil dan sehat, mengurangi stres pada komoditas budidaya dan menekan risiko serangan penyakit.

Di atas dua petak tambak miliknya, Syamsul kini membudidayakan komoditas campuran. Ada udang windu, kepiting, dan ikan bandeng. Sebuah praktik polikultur yang meniru keragaman alami ekosistem pesisir.

Setiap hari, ia menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari rumahnya di pesisir Desa Muara Badak Ulu menuju lokasi tambak dengan perahu klotok. Sebuah rutinitas yang ia jalani dengan semangat baru, semangat yang lahir dari harmoni antara usahanya dan alam yang ia jaga.

Silvofishery adalah Solusi

Sebuah inovasi yang memadukan rehabilitasi mangrove dengan budidaya perikanan tak hanya memulihkan ekosistem pesisir yang terdegradasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petambak.

Itulah silvofishery, sebuah konsep yang dikembangkan dan disebarluaskan oleh Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), Profesor Esti Handayani Hardi.

Di hamparan pesisir Delta Mahakam, Kalimantan Timur, ribuan hektare tambak ikan dan udang menjadi saksi dilema puluhan tahun: antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian ekologi.

Pembukaan hutan mangrove secara masif untuk tambak telah menyebabkan degradasi lingkungan yang serius. Tanah menjadi tidak subur, kualitas air menurun, dan yang paling dirasakan petambak, hasil panen terus merosot dari tahun ke tahun.

Menyusuri sungai menuju area demplot percontohan silvofishery Pokdakan Salo Sumbala, Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara. (Antara Kaltim/HO-Dok Unmul)

Pemerintah berupaya merehabilitasi kawasan mangrove, tapi kerap berhadapan dengan kekhawatiran para petambak.

Dari sinilah konsep silvofishery lahir sebagai jembatan. Silvofishery itu sebenarnya metode pengelolaan tambak yang mengintegrasikan program rehabilitasi mangrove dengan kegiatan akuakultur yang dilakukan oleh masyarakat.

Ini bukan sekadar menanam pohon di pematang tambak, melainkan menciptakan sebuah ekosistem simbiosis yang saling menguntungkan.

Salah satu kunci keberhasilan silvofishery yang dikembangkan Prof Esti adalah penerapan sistem polikultur, yakni beberapa komoditas dibudidayakan dalam satu tambak. Sistem ini menciptakan konsep yang ia sebut sebagai circular activity atau aktivitas melingkar.

"Misalnya kita campur antara bandeng sama udang. Nanti kotorannya udang bisa menumbuhkan alga dan lumut, yang kemudian dimakan oleh bandeng. Kotoran bandeng lalu menumbuhkan pakan alami seperti plankton dan bentos yang jadi makanan untuk udang. Begitu terus, muter," paparnya.

Siklus alami ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan buatan, tetapi juga secara aktif memperbaiki kualitas air di dalam tambak.

Kehadiran mangrove di sekitar tambak berfungsi sebagai filter alami, penyedia oksigen, dan habitat bagi biota-biota kecil yang menjadi pakan alami.

Hasilnya terbukti signifikan. Para petambak yang tadinya hanya bisa panen udang atau bandeng setiap 5-6 bulan sekali, kini bisa mendapatkan hasil panen setiap bulan.

"Mereka bisa melakukan panen secara parsial. Tiap bulan bisa panen dari organisme-organisme lain seperti kepiting atau rumput laut," tambah Prof Esti.

Seorang petambak bahkan melaporkan lonjakan hasil yang luar biasa, dari hanya kurang dari 50 kilogram menjadi satu kuintal dalam satu siklus panen setelah menerapkan metode ini.

Inovasi berbasis alam

Seiring berjalannya waktu, Prof Esti terus mengembangkan inovasi untuk menyempurnakan praktik silvofishery.

Menghadapi tantangan seperti bibit udang yang rentan penyakit dan mudah stres, ia tidak beralih ke bahan kimia. Sebaliknya, ia kembali ke alam.

Guru besar termuda Unmul itu mengembangkan plant extract (ekstrak tumbuhan) yang bisa berperan sebagai prebiotik untuk meningkatkan jumlah pakan alami. Ia juga mengembangkan formula antibakterial dan imunostimulan dari herbal untuk meningkatkan daya tahan dan pertumbuhan udang.

Pendekatan organik ini sejalan dengan misi besar silvofishery, yakni menciptakan budidaya yang ramah lingkungan dan rendah emisi karbon, sesuai dengan program revitalisasi tambak ramah lingkungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Apa yang dimulai sebagai solusi untuk Delta Mahakam kini telah menjadi model percontohan nasional. Keberhasilan Prof Esti dalam mengembangkan silvofishery di Kalimantan Timur, membuat ia diundang ke berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi ilmu.

"Saya membantu penerapan dan pengembangan di Aceh, Lombok, NTT, Surabaya, Kalimantan Tengah, hingga pantai utara Jawa," sebutnya.

Ia bekerja sama dengan berbagai lembaga non pemerintah (NGO) seperti CarbonEthics, Wahana Visi Indonesia, Kaleka, hingga perusahaan-perusahaan besar yang mulai beralih dari tambak intensif ke model silvofishery yang lebih berkelanjutan.

Demi edukasi ini tersebar luas dan mudah diterapkan, Prof Esti dan timnya juga mendirikan Sekolah Lapang bagi para petambak. Tujuannya adalah untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar adaptif terhadap perubahan kondisi alam.

Ke depan, cakupan penelitian silvofishery semakin luas. Bulan September 2025, Unmul melakukan penelitian bersama Stirling University, British Council dari Inggris untuk membuktikan bahwa mangrove punya kemampuan menyerap bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

"Ini dampaknya tidak hanya pada ekologi, tapi juga kesehatan masyarakat," ucap Esti.

Dengan silvofishery, rimbunnya bakau bukan lagi gangguan, melainkan berkah yang bisa dipetik dalam jangka panjang untuk generasi-generasi mendatang.

Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Merawat ingatan Kota Tepian, romantisme dan realita tempo dulu

Merawat ingatan Kota Tepian, romantisme dan realita tempo dulu

18 Januari 2026 15:08

Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

4 Januari 2026 07:17

Merawat dinamika pilkada  dari ranah siber

Merawat dinamika pilkada dari ranah siber

17 November 2024 19:38

Merawat peluang usaha dari tradisi  berbagi bingkisan jelang Lebaran

Merawat peluang usaha dari tradisi berbagi bingkisan jelang Lebaran

6 April 2024 16:19

Jokowi harapkan PAN merawat demokrasi jelang Pemilu 2024

Jokowi harapkan PAN merawat demokrasi jelang Pemilu 2024

28 Agustus 2022 06:07

Tips merawat sepatu sneakers agar berumur panjang

Tips merawat sepatu sneakers agar berumur panjang

29 April 2022 14:14

Merawat Loksado  yang mendunia

Merawat Loksado yang mendunia

20 Maret 2022 09:04

Tujuh cara merawat kaos  agar tidak mudah rusak

Tujuh cara merawat kaos agar tidak mudah rusak

1 November 2021 08:10

Terpopuler

Dubes Iran: Selat Hormuz tetap terbuka, Amerika yang ganggu keamanan

Dubes Iran: Selat Hormuz tetap terbuka, Amerika yang ganggu keamanan

Polri kaji polemik penetapan tersangka pemilik restoran Bibi Kelinci

Polri kaji polemik penetapan tersangka pemilik restoran Bibi Kelinci

Nabila pemilik resto Bibi Kelinci minta gelar perkara khusus di Bareskrim

Nabila pemilik resto Bibi Kelinci minta gelar perkara khusus di Bareskrim

Pilih bayar utang atau zakat fitrah? Ini kata kantor kemenag

Pilih bayar utang atau zakat fitrah? Ini kata kantor kemenag

Israel serang depot bahan bakar Iran, Amerika geram

Israel serang depot bahan bakar Iran, Amerika geram

Top News

  • Prabowo peringatkan pejabat negara tidak berikan laporan akal-akalan

    Prabowo peringatkan pejabat negara tidak berikan laporan akal-akalan

    27 menit lalu

  • Islamic Center Kaltim gerakkan i'tikaf intensif demi Lailatul Qadar

    Islamic Center Kaltim gerakkan i'tikaf intensif demi Lailatul Qadar

    1 jam lalu

  • Industri asuransi butuh penyesuaian premi jaga keberlangsungan nasabah

    Industri asuransi butuh penyesuaian premi jaga keberlangsungan nasabah

    3 jam lalu

  • Kaltim gelar pangan murah, jaga stabilitas harga jelang Lebaran

    Kaltim gelar pangan murah, jaga stabilitas harga jelang Lebaran

    4 jam lalu

  • Dinsos-Baznas Kaltim kolaborasi pemulangan orang terlantar

    Dinsos-Baznas Kaltim kolaborasi pemulangan orang terlantar

    5 jam lalu

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA