Balikpapan (ANTARA) - Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi magnet utama yang menarik ratusan tenaga kesehatan dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengikuti kegiatan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) yang digelar Asosiasi Puskesmas (APKEMSI) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai 25 hingga 27 Juli 2025.

“Antusias peserta luar biasa, karena selain materi tentang digitalisasi layanan primer, banyak yang tertarik datang karena ingin melihat langsung progres pembangunan IKN,” kata Ketua Panitia Lokal Semiloka, Farida di Balikpapan, Selasa (22/7).

Menurut Farida, peserta Semiloka tahun ini berasal dari Sabang sampai Merauke dan didominasi oleh tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas.

Namun, sejumlah peserta juga berasal dari dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota serta komunitas kesehatan yang memiliki perhatian pada penguatan layanan primer.

“Target awal kami hanya 500 peserta, tetapi hingga hari ini jumlahnya sudah mencapai 525 orang, dan masih terus bertambah karena ada yang mendaftar secara on the spot,” ujarnya.

Panitia seksi acara, Dekrita Ria Hanani menambahkan acara Semiloka akan berlangsung selama tiga hari, berpusat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan. Acara itu menghadirkan pembicara nasional seperti Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti yang akan menyampaikan materi langsung pada hari pembukaan.

Sementara itu, kegiatan seminar dan lokakarya akan terbagi ke dalam kelas-kelas berbasis siklus hidup sesuai program Integrasi Layanan Primer (ILP), antara lain untuk ibu dan anak, usia produktif, dewasa, serta lansia.

Baca juga: Persiapan Balikpapan 90 persen gelar semiloka Nasional APKEMSI V

"Workshop ILP ini mencakup quick win dari Kementerian Kesehatan dan sangat relevan dengan transformasi layanan primer yang sedang berjalan," jelas Dekrita.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan Alwiyati menambahkan, kegiatan pendukung lain yang dirancang panitia adalah fun run dan senam bersama yang terbuka untuk masyarakat umum.

Fun run bertema SIPGAR (Sistem Informasi Kebugaran) akan digelar pada Jumat pagi di Taman Bekapai, diikuti oleh 500-an peserta dengan jarak tempuh 1,6 kilometer. Tujuannya, perkenalan aplikasi SIPGAR dari Kementerian Kesehatan untuk mengukur kebugaran tubuh berdasarkan usia dan jarak tempuh lari.

“Bukan hanya seminar dan workshop, kami juga menyisipkan pameran yang diikuti 14 UMKM lokal serta sponsor, sehingga bisa turut mengangkat ekonomi pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Puncaknya, kata dia, akan ada gala dinner pada Jumat malam dan kegiatan penutup berupa kunjungan ke Ibu Kota Nusantara pada Sabtu (27/7). 

“Sebagai kota penyangga IKN, kami ingin peserta dari seluruh Nusantara bisa menyaksikan langsung kemajuan pembangunan IKN, agar bisa memahami konteks kebijakan nasional dari perspektif lapangan,” ucapnya. (Adv).

Baca juga: Dinkes Kaltim perluas imunisasi HPV guna eliminasi kanker serviks



Pewarta: Muhammad Solih Januar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026