Kita sudah siap 90 persen tinggal menjemput tamu, kita sudah terbiasa menyambut tamu nasional dengan ramah. Dari Bandara kita jemput dan kita antarkan serta ditawarkan venue-venue yang mungkin diperlukan oleh para peserta
Balikpapan (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan menyatakan kesiapan sebagai tuan rumah kegiatan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKEMSI) V yang dijadwalkan berlangsung 23–26 Juli 2025.
“Kita sudah siap 90 persen tinggal menjemput tamu, kita sudah terbiasa menyambut tamu nasional dengan ramah. Dari Bandara kita jemput dan kita antarkan serta ditawarkan venue-venue yang mungkin diperlukan oleh para peserta,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr. Alwiyati saat jumpa pers, Selasa (22/7).
Alwiyati mengatakan kegiatan tersebut akan menghadirkan perwakilan dinas kesehatan dari seluruh Indonesia, termasuk kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, direktur rumah sakit daerah, serta pejabat dari kementerian dan organisasi profesi bidang kesehatan.
Ia menyebutkan antusiasme peserta tetap tinggi meskipun sempat muncul kekhawatiran akibat efisiensi anggaran di sejumlah daerah.
“Alhamdulillah, banyak yang tetap berkomitmen hadir. Harusnya bisa lebih dari 500 peserta, tapi kami sesuaikan dengan kapasitas tempat,” ujarnya.
Menurutnya, Balikpapan kembali dipilih karena keberhasilan menjadi tuan rumah ajang nasional serupa tahun lalu, yakni Balikpapan Health Collaboration Network (BHCN).
Adapun tujuan besar kegiatan tersebut bukan hanya untuk peningkatan pengetahuan dan jejaring kerja, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi kota.
"Kami ingin Balikpapan dikenal sebagai tuan rumah kegiatan nasional yang siap, ramah, dan profesional,” tegasnya.
Dikemukakannya, semiloka APKEMSI ke-V akan berlangsung di salah satu hotel di Balikpapan dengan agenda seminar, diskusi panel, peluncuran praktik baik Dinkes daerah, dan sesi networking antar instansi.
Alwiyati menambahkan, kegiatan tahun ini mengangkat tema 'Penguatan Peran serta Puskesmas dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer dan Program quick wins Kementerian Kesehatan'.
“Teman-teman media perlu tahu bahwa salah satu program Presiden adalah percepatan cek kesehatan gratis. Ini agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sedini mungkin dan bisa segera ditangani bila ada masalah,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya program eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari quick wins Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, Quick wins tersebut termasuk upaya menurunkan kasus TB di seluruh Indonesia dan mendorong integrasi layanan primer agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Lokal dr. Farida menambahkan semiloka akan menjadi forum penting berbagi praktik baik dan memperkuat jejaring antar-Dinas Kesehatan se-Indonesia.
“Kami memperkenalkan tim pelaksana APKEMSI dan tentu saja sangat bangga Balikpapan kembali dipercaya sebagai tuan rumah,” ucapnya.
Farida menilai kegiatan itu juga merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan Balikpapan sebagai pusat kegiatan nasional di luar Pulau Jawa.
“Ini bukan hanya seminar, tapi juga membawa manfaat ekonomi dan membangun citra positif kota,” tuturnya.
Seksi Acara dr. Dekrita Ria Hanani menambahkan seluruh narasumber telah dikurasi secara ketat dari instansi pusat dan organisasi profesi.
“Ada dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, bidang penyakit menular, Kemendagri, BPJS, sponsor perusahaan perawatan luka, hingga dokter spesialis obstetri, ginekologi, onkologi, dan anak,” sebutnya.
Lanjutnya, peserta nantinya diajarkan tentang IA (Integrasi Antar-Layanan) terbaru menuju eliminasi TB,” ujar Dekrita . (Adv)
Pewarta: Muhammad Solih JanuarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026