Muara Badak, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, meminta kehadiran Koperasi Merah Putih di daerahnya mampu memperkuat sektor pertanian, terutama distribusi dan promosi hasil pertanian masyarakat.
"Semangat usaha dalam koperasi ini jangan sampai berhenti, saya ingin Koperasi Merah Putih di Kukar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat peluncuran Koperasi Merah Putih yang dipusatkan di Desa Tanah Datar, Muara Badak, Kukar, Kaltim, Senin.
Dukungan terhadap sektor pertanian itu disampaikan Bupati Kutai Kartanegara dalam peluncuran 237 Koperasi Merah Putih yang terdiri dari 44 kelurahan dan 193 desa, sekaligus melihat langsung unit usaha koperasi di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak.
"Koperasi Merah Putih sebagai unit usaha di desa/kelurahan, diharapkan juga dapat menampung dan memasarkan semua hasil pertanian dalam arti luas desa, maka sinergi oleh pengurus kepada semua pihak harus terus dilakukan,tersebut" katanya.
Untuk memperkuat ekonomi, lanjut ia lagi, melalui program Kukar Idaman Terbaik pun mencetuskan satu kecamatan minimal satu industri, termasuk program Kredit Kukar Idaman akan dinaikkan nilainya, karena selama ini sudah berjalan dan berhasil, bahkan minim kredit macet.
Baca juga: Pemprov Kaltim siap luncurkan koperasi merah putih
"Tujuan yang dibangun dan ingin dicapai oleh Koperasi Merah Putih sudah jelas, sehingga pemkab melalui program Kukar Idaman Terbaik mendukung usaha dari koperasi ini, yakni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Aulia.
Pemkab Kukar berkomitmen membantu tahap awal usaha, yakni usaha yang diangkat dari ide usaha masyarakat dan kemudian disampaikan ke pemkab, sehingga ia minta warga atau pengurus menyampaikan ide usaha tersebut.
Bupati juga melihat langsung sejumlah unit usaha Koperasi Merah Putih Desa Tanah Datar yang sedang berjalan, yakni usaha penggilingan padi hingga peternakan ayam, plus meluncurkan BRI Link.
Melihat usaha yang jalan, ia meyakini Koperasi Merah Putih Tanah Datar bisa berjalan baik, terlebih adanya dengan dukungan manajemen yang baik, bahkan bersinergi dengan aparatur desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
"Ada tiga jenis usaha yang dititipkan Pemerintah Pusat di Koperasi Merah Putih, yakni distributor elpiji 3kg, perbankan (BRI link), dan distributor pupuk bersubsidi. Usaha ini tentu diharapkan dapat menguatkan fiskal desa," katanya.
Ia melanjutkan, koperasi merupakan organisasi ekonomi untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat, sehingga ia minta tidak ada anggapan bahwa koperasi ini menjadi saingan usaha masyarakat, tapi hendaknya sebagai pendorong ekonomi masyarakat agar sejahtera.
Baca juga: Kaltim Capai 100 Persen Target Pembentukan Koperasi Merah Putih
