Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kasus peredaran uang palsu selalu terjadi tiap tahun di sejumlah daerah di Tanah Air, terlebih menjelang bulan Ramadhan, Seperti yang baru-baru ini ditemukan di kota Bontang. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ali Hamdi mengatakan bahwa peredaran uang palsu menjelang Ramadan disebabkan selain meningkatnya pertumbuhan ekonomi kerakyatan juga kebiasaan masyarakat dalam menukarkan uang jelang Hari Raya Idulfitri.

“Kasus yang ditemukan di Bontang harusnya membuka mata semua pihak bahwa peredaran uang palsu belum berakhir, dan selalu tumbuh terlebih menjelang Ramadan sehingga dibutuhkan kewaspadaan semua pihak. Apabila ada masyarakat menemukan segera laporkan kepada pihak berwajib,” imbau Ali.
Oleh karena itu masyarakat yang ingin menukarkan uang dimbaunya harus berhati-hati dengan tetap memperhatikan beberapa hal, di antaranya dilihat, diraba dan diterawang guna meminimalkan beredarnya uang palsu. ”Para pedagang terutama di pasar Ramadan haruslah tetap waspada.

 Kendati pembeli membeludak karena biasanya para pelaku mencari celah pada waktu pedagang sibuk sehingga tidak memperhatikan dengan teliti lembaran uang yang diberikan,” wanti-wanti Ali.

Politikus asal PKS itu menjelaskan, kendati baru ditemukan di Bontang akan tetapi daerah Kaltim dinilai menjadi sasaran empuk bagi tindak kejahatan penyebar uang palsu mengingat daerah ini merupakan perlintasan dari berbagai daerah bahkan negara.


“Biasanya uang palsu yang beredar itu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Namun tak tertutup kemungkinan peredaran upal pecahan dengan nominal di bawah Rp50 ribu pun bisa terjadi. Jadi intinya kehati-hatian,” kata Ali


Ali meminta kepada pihak berwajib agar sering melakukan razia kepada beberapa titik yang dinilai rawan terjadinya peredaran uang palsu, terutama di daerah pedalaman yang minim informasi terkait.

“Pemerintah daerah pun harus terus menggalakan memberantas peredaran uang palsu di daerah dengan terus memberikan pemahan kepada masyarakat melalui iklan dan lainnya serta dengan tidak lupa melibatkan organisasi masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” kata Ali. (Humas DPRD kaltim/adv/bar/dhi)






Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026