Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memperkuat tata kelola perencanaan pembangunan berbasis teknologi informasi melalui peluncuran dan sosialisasi menu Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah Terpadu (SIPADU) pada aplikasi e-Dalev.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Kamis, menegaskan bahwa penambahan menu SIPADU pada aplikasi e-Dalev merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi, akurat, dan mampu mendukung pengendalian pembangunan berkelanjutan.
Aplikasi e-Dalev (Elektronik Pengendalian dan Evaluasi) merupakan platform digital terintegrasi yang digunakan pemerintah daerah untuk memantau, mengendalikan, dan mengevaluasi seluruh dokumen serta progres program kerja di lapangan secara real time.
"Apa yang kita rencanakan hari ini akan menentukan arah program, kegiatan, penggunaan anggaran, hingga hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Andi Harun saat menghadiri peluncuran aplikasi tersebut di Gedung Bapperida Samarinda.
Ia menjelaskan kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas proses perencanaan. Oleh karena itu, aplikasi e-Dalev tidak boleh hanya dipandang sebagai alat administrasi baru, melainkan harus menjadi instrumen evaluasi yang utuh di tingkat kota.
Andi Harun juga mengingatkan agar proyek perubahan dalam pelatihan kepemimpinan aparatur tidak selalu berujung pada lahirnya inovasi aplikasi baru yang berdiri sendiri demi mencegah potensi "banjir aplikasi" di lingkungan pemerintahan.
"Setiap inovasi digital harus mampu terhubung dan berinteraksi dengan sistem yang telah ada, bukan justru menciptakan sistem baru yang terpisah," ujarnya.
Ia mendorong perubahan paradigma dalam sistem evaluasi pembangunan, dari yang semula sekadar menerima laporan setelah kegiatan selesai, menjadi kemampuan memperoleh informasi lebih awal.
Andi Harun mencontohkan pembangunan drainase senilai Rp5 miliar dengan serapan anggaran 99 persen dan progres fisik 97 persen secara statistik memang terlihat tinggi.
Namun, ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada manfaat nyata, apakah infrastruktur tersebut benar-benar mampu mencegah banjir atau genangan.
"Evaluasi harus dilakukan di tengah proses melalui aplikasi ini. Pemerintah perlu memiliki mekanisme sistem peringatan dini untuk mendeteksi persoalan saat pekerjaan masih berjalan sekitar 50 hingga 60 persen agar bisa segera dikoreksi," jelasnya.
Wali Kota mengapresiasi inisiatif jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Samarinda dalam menghadirkan inovasi ini dan berharap sistem tersebut menjadi warisan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Samarinda Ananta Fathurrozi menjelaskan SIPADU dikembangkan untuk meningkatkan konsistensi pemanfaatan teknologi informasi serta memperkuat koordinasi antar-perangkat daerah dari perencanaan jangka panjang, menengah, hingga tahunan.
Inovasi tersebut merupakan proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digagas oleh Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida Kota Samarinda Nurulita Haldinowati Ibay.
Untuk menjamin keberlanjutan implementasinya, Ananta meminta seluruh perangkat daerah menetapkan operator khusus, melakukan pemutakhiran data secara berkala, serta aktif berkoordinasi dengan Bapperida.
Pewarta: ArumantoEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.