Samarinda (ANTARA Kaltim) - Banyaknya kasus kriminalitas yang berhubungan dengan perkelahian, narkoba dan seks di luar nikah yang melibatkan pelajar sebagai pelakunya, sudah pada tahap yang mengkhawatirkan.

Meski pemerintah memberlakukan jam belajar aktif dimulai pukul 19.00 Wita hingga selesai, tetap saja tanpa sosialisasi dan arahan ketat dari sekolah dan orangtua, program menjadi tak efektif.

Karena itu muncul wacana dilaksanakan kembali  jam belajar malam yang tujuannya tidak hanya untuk peningkatan kepada anak ataupun pelajar itu sendiri dari segi prestasi. Tapi juga untuk menghindari kejadian-kejadian negatif. Kebijakan ini tentu bakal mengundang pro-kontra, meski para orang tua dipastikan setuju dengan kebijakan ini.

Anggota DPRD Kaltim Maria Margaretha Rini Puspa berharap pemberlakuan jam belajar malam tersebut bisa terlaksana.  “Pemberlakuan jam belajar malam sangat baik. Dapat mengurangi tindak kenakalan remaja dan tentunya sebagai pelatihan disiplin sejak usia dini.

Memang sebaiknya, pada usia sekolah, anak-anak harus belajar untuk mempersiapkan pelajaran sekolah esok harinya. Jangan  malah nongkrong di tempat yang tidak jelas manfaatnya,“ ucapnya.

Politisi dari PDS ini pun mengatakan pemberlakuan jam belajar malam ini harus lebih disosialisasikan agar pelaksanaannya kelak lebih efektif.

“Kota-kota besar di Indonesia telah banyak memberlakukan jam belajar malam tersebut. Balikpapan sudah membuat peraturan walikota (perwali) dan sudah di berlakukan sejak 1 Januari 2014. Harusnya kota-kota lain di Kaltim bisa ikut juga memberlakukan jam belajar malam tersebut. Mungkin banyak pro dan kontranya, namun saya menilai jangan hanya di lihat dari efek negatifnya saja.

Jam belajar malam bisa menggiring anak-anak untuk meninggalkan hal-hal yang buruk, dan yang pasti membantu menyiapkan kader-kader bangsa agar membiasakan untuk berbudaya disiplin,“ terangnya.

Anggota Komisi IV ini pun sangat berharap Dinas Pendidikan sesegera mungkin merespons usulan ini.  “Menurut saya hal ini sangat efektif meredam hal-hal negatif pada anak-anak, memang perlu waktu yang bertahap untuk memulainya.

Kepada pemerintah segera sosialisasikan kepada masyarakat, kesekolah-sekolah, dan pastinya kepada orang tua agar pemberlakuan jam belajar malam tersebut tidak membuat anak-anak kaget saat aturan ditetapkan, “ ucapnya. (Humas DPRD Kaltim/yud/dhi/met/adv)
 














Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026