“Dibanding saat kali pertama dibangun, jumlah penumpang yang dilayani bandara ini sudah melampaui kapasitas,â€kata Anggota DPRD Kaltim, Puji Astuti.
Ia mengatakan,semula hanya melayani 1,7 juta penumpang per tahun. Tahun 2012 sudah melayani 6,7 juta per tahun. Dengan bangunan yang sekarang Bandara Sepinggan akan mampu menampung penumpang sampai 10 juta per tahun.
Menurutnya dengan posisi bandara yang sangat strategis di kawasan Indonesia Tengah dan didukung oleh potensi Kalimantan Timur, keberadaan Bandara Sepinggan menjadi titik penting dalam transportasi nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bandara ini akan menjadi kebanggaan warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan.
Hal itu menjadi kesempatan sebagai pendorong kebutuhan ekonomi Kaltim pada umumnya, khususnya mendorong pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), yang dinilai tangguh dan terhindar dari badai krisis ekonomi global.
Puji menjelaskan,potensi dan peluang pengembangan industri UKM sangat besar karena melimpahnya sumber daya alam, sekaligus mempromosikan Kaltim dan kabupaten /kota di Kaltim dengan industri UKM unggulannya.
Dalam memberdayakan usaha kecil sangat diperlukan dukungan permodalan. UKM memiliki muatan lokal tinggi. Banyak menyerap tenaga informal yang tak tertampung di bursa kerja .
Sesuai kunjungan Komisi IV DPRD ke PT Angkasa Pura I beberapa waktu lalu, DPRD menyampaikan kepada manejemen PT Angkasa Pura I untuk memberi area komersial yang mengadopsi shopping mall --luas area komersial 33.000 m2— kepada UKM .
Tapi dikatakannya di area sewa tergolong tinggi dalam ukuran UKM yang memiliki keterbatasan permodalan. Karena itu DPRD Kaltim mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bisa berkontribusi ikut andil membebaskan sewa area komersial untuk UKM Kaltim di Bandara Sepinggan.
UKM Kaltim jangan hanya jadi penonton di tengah kemegahan Bandara Sepinggan. Airport ini jangan justru didominasi UKM dari luar Kaltim.
Keberadaan Bandara Sepinggan merupakan tempat promosi UKM Kaltim, wadah pemasaran, distribusi produk, dan mengasah keterampilan womenpreneur.
Di sisi lain menurutnya, pemerintah harus meningkatkan peran usaha kecil. Harus ada kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat mulai dari pebisnis besar hingga petani, nelayan, kaum perempuan, dan UKM.
Di sisi lain UKM juga harus mempersiapkan produknya dengan kualitas yang baik, agar bisa bersaing dengan UKM Provinsi yang lain.
“Data di Indonesia, selama 2011-2012 UKM tumbuh dari 55,2 juta lebih menjadi 56,5 juta unit. UKM menyumbang kesempatan kerja dari 101,7 juta pekerja pada 2011 menjadi 107,6 juta pekerja pada 2012,†katanya
Puji menambhkan Kontribusi UKM untuk ekspor nasional Rp 187 triliun, terutama dari kerajinan (30 persen), fashion and accessories (29 persen), dan furniture (27 persen). (Humas DPRD Kaltim/adv/met)
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.