Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kecanggihan teknologi informasi dewasa ini harusnya bisa dimanfaatkan untuk memacu pengembangan diri, tak terkecuali dunia pendidikan harus cepat untuk mengambil peluang tersebut.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Safuad. Ia menjelaskan pembelajaran dengan metode electronic learning atau e-learning menjadi kunci dan lompatan besar untuk menghapus ketertinggalan pendidikan Kaltim dibanding daerah lain.

"Metode ini menjadi jawaban pemerataan pendidikan. Jika kita terapkan hal ini, anak-anak di kota maupun dipelosok bisa sama rata, sama -sama  memiliki mutu pendidikan yang baik. Kita tahu terdapat perbedaan yang sangat tinggi antara pendidikan di desa dengan di kota. Ini juga kita harapkan bisa diberlakukan secara nasional," ucap Safuad.

Lebih lanjut politisi PDIP ini mengatakan, teknologi informasi lewat internet sudah menjadi media yang mendukung perkembangan pendidikan. Sekarang bagaimana pemerintah pusat memformulakan pendidikan berbasis e-learning sehingga keterisolasian daerah, keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini menjadi penghambat kemajuan dan pemerataan kualitas pendidikan bisa diatasi.

"Beberapa perguruan tinggi sudah menjalankan e-learning. Ini langkah awal yang baik, Wakil Presiden Boediono menginginkan adanya pembelajaran metode ini dari SD sampai ke perguruan tinggi berskala nasional, ini harus kita dukung" ungkap Safuad.

Untuk mengimplementasikan e-learning, tambah Safuad, perlu dibangun terlebih dulu teknologi informasi yang andal hingga seluruh pelosok. Setelah itu, perlu dikembangkan software yang mampu melayani semua interaksi dalam proses pembelajaran.

"Ini juga harus didukung seluruh lapisan masyarakat. Kita ubah pola pikir masyarakat agar lebih open minded untuk menerima kemajuan zaman. Pemerintah juga harus proaktif mendidik masyarakat tentang pentingnya teknologi informasi," jelas Safuad. (Humas DPRD Kaltim/adv/dit/dhi/met)


Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026