Peserta Rakerda UKS terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Narkotika, dan pengelola UKS dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,"Samarinda (ANTARA Kaltim) - Dinas Pendidikan Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Daerah Usaha Kesehatan Sekolah di Samarinda, 13-17 Mei 2013, untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan kesehatan, pelayanan, dan pembinaan lingkungan.
"Peserta Rakerda UKS terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Narkotika, dan pengelola UKS dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim," ujar Sekretaris UKS Kaltim Dr Asli Nuryadin di Samarinda, Selasa.
Inti dari Rakerda ini, lanjut Asli, untuk mengoptimalkan program Trias UKS, yakni mengenai penyelenggaraan pendidikan kesehatan, pelayanan, dan pembinaan lingkungan di sekolah dapat benar-benar diperhatikan.
Menurutnya, pendidikan kesehatan dan pelayanannya, sebenarnya tidak lepas dari program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah karena unsur-unsur itu saling berkaitan.
Untuk mewujudkan program tersebut, maka harus dimulai dari hal-hal kecil yang sering terjadi di depan mata, misalnya kantin sekolah tidak harus ditempatkan di pojok-pojok karena di lokasi itu justru tidak sehat.
Kemudian kantin sekolah juga harus diperhatikan jenis makanan yang akan disajikan untuk siswa, seperti harus ada alat untuk mengetahui apakah makanan itu mengandung zat pewarna berlebihan, boraks, dan lainnya yang berbahaya.
Harga alat untuk mendeteksi makanan yang mengandung bahan berbahaya bagi siswa tersebut, kata Asli, harganya juga tidak terlampau mahal karena hanya pada kisaran Rp100 ribu sehingga pengelola UKS di sekolah dapat mengadakan alat itu karena manfaatanya sangat besar bagi siswa.
Selain itu, guru atau pengelola UKS juga bisa melakukan evaluasi terhadap makanan di kantin yang disajikan, misalnya tentang nilai gizi, variasi makanan, hingga pada unsur yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi siswa tiap hari.
Dia juga mengatakan bahwa melalui Rakerda ini, diharapkan Tim Pelaksana UKS di sekolah-sekolah dapat menjalankan program Trias UKS dengan benar, termasuk dapat melengkapi berbagai kebutuhan UKS baik yang masih standar maupun yang sudah optimal.
Guna memenuhi fasilitas standar UKS, maka harus memiliki ruang UKS, tempat tidur, meja, kursi, memiliki alat tensi, wastafel untuk mencuci tangan, kotak obat dan isinya, alat pengukur tinggi dan berat badan, WC yang memadai, serta fasilitas lain penunjang.
Sedangkan UKS dapat disebut optimal, selain memenuhi berbagai fasilitas utama dan pendukung, sekolah tersebut juga sudah memiliki dokter tetap yang rutin melakukan kunjungan ke sekolah satu minggu sekali.
Di Kaltim, masih kurang dari 10 sekolah yang memiliki dokter tetap dalam kunjungan ke sekolah. Sedangkan sekolah yang sudah memiliki dokter kunjungan dan UKS optimal, di antaranya SMAN 8 Samarinda, SDN 020 dan SMPN I Tarakan, SD KPS Balikpapan, dan SD YPK Bontang. (*)
Pewarta: M GhofarEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.