Karena dalam rapat pleno tersebut, tidak ada aksi demonstrasi yang digelar pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Selain itu, pengamanan rapat pleno yang dilakukan Polres PPU juga cukup ketat.
Akses jalan menuju kantor KPU dari arah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU ditutup dengan menggunakan pagar berduri. Dan di depan kantor KPU juga terdapat kawat berduri yang siap menghalau massa yang mendangi kantor tersebut.
Untuk menuju kantor KPU hanya bisa melewati jalan samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten PPU. Bahkan untuk masuk di kantor KPU harus melewati pemeriksaan Brimob Polda Kaltim serta dipasang metal detector di pintu masuk persis di samping pagar.
Sementara pintu belakang depan ruang pertemuan juga dijaga Brimob dan undangan tidak diperbolehkan melewati jalan tersebut.
Bukan hanya anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta saksi yang diperiksa, termasuk tas dan jaket mereka, para wartawan yang biasa meliput juga tidak luput dari pemeriksaan.
Dalam map sudah tertera nama-nama wartawan yang biasa meliput di KPU. Daftar nama pun dijaga Brimob. Salah seorang personel Brimob, juga selalu mengambil gambar atau video setiap orang yang memasuki kantor KPU.
Pengamanan juga dilakukan Brimob di sekitar ruang rapat pleno. Sejumlah anggota Brimob dengan senjata lengkap terus berjaga-jaga. Bukan hanya dilakukan di pintu masuk, namun juga di belakang ruang pleno.
Ada satu personel yang selalu siaga di belakang anggota KPUD dan terus memperhatikan satu persatu orang yang hadir dalam rapat pleno tersebut.
Pasangan Yusran Aspar dan Mustaqim MZ (Yaqin) terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Penajam Paser Utara 2013, dengan memperoleh suara 44.417 suara atau 54,6 persen dari 82.863 warga yang memberikan hak suara.
Yaqin berhasil mengungguli pasangan Andi Harahap-Sutiman (Aman) dan Sandra Puspa Dewi-Harimuddin Rasyid (SPDU). Pasangan Andi Harahap-Sutiman (Aman) hanya memperoleh 31.589 suara atau 38,8 persen dan Sandra Puspa Dewi-Harimuddin Rasyid (SPDU) dengan 5.363 suara atau 6,6 persen.
Sedangkan, tingkat golput atau warga yang tidak memberikan hak pilih dalam Pilkada Kabupaten PPU, mencapai 34.993 atau 29,69 persen dari 117.856 warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). (*)
Pewarta: Bagus PurwaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026