Saat ini perekonomian tumbuh lebih baik, oleh karena itu ke depan kita harus bisa mempersiapkan lebih matang, sektor rill harus dipacu dan salah satu sektor terpenting adalah sektor perumahanSangatta (ANTARA Kaltim) - Kementerian Perumahan Rakyat melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan 500 unit rumah bersubsidi di atas lahan seluas 40 hektare di Kota Sangatta Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, Kamis (7/2).
Peletakan batu pertama pembangunan rumah bersubsidi itu dilakukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur H Taufiq Fauzi mewakili Gubernur Awang faroek Ishak, dengan didampingi Asisten I Tata Praja Pemkab Kutai Timur, Direktur Utama PT Kuda Kaltim Karya Ismail Malik dan sejumlah pejabat Bank serta ratusan masyarakat setempat.
Pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 500 unit dari rencana 1.000 unit akan menghabiskan anggaran sebesar sekitar Rp40 miliar dengan tipe 30.
Menurut Direktur Utama PT Kuda Kaltim Karya Ismail Malik, rumah bersubsidi sangat murah dengan tipe 30 memiliki lus lahan 96 meter persegi dengan ukuran bangunan 8 X 12 kopel dua.
"Pembagunannya akan dilaksanakan dalam tiga tahap mulai tahun 2013 hingga tahun 2016 mendatang dengan jumlah total 1.000 unit," katanya.
Tiga paket pembangunannya yakni 2013-2015 sebanyak 500 unit dan 2015-2016 sebanyak 500 unit dengan tahap tahap pembangunan tahun 2013-2014 akan dibangun minimal sebanyak 250 unit dan seterusnya sampai selesai sebanyak 1.000 unit.
"Rumah bersubsidi sangat murah dari Kementerian Perumahan Rakyat RI ini harganya Rp96 juta dengan uang muka sebesar Rp15 juta dengan jangka waktu cicilan 15-20 tahun, sebesar Rp600 ribu per bulan atau Rp20 ribu per hari," kata Ismail Malik.
Sebelumnya, Asisten I Tata Praja Pemkab Kutai Timur H Sarifudin Syam, mengatakan, peminat untuk mendapatkan rumah rumah bersubsidi ini cukup luar biasa, karena dari 500 unit rumah yang akan dibangun ini sudah ribuan warga mengantre untuk mendapatkannya.
Asisten Tata Praja H Syafaruddin mengatakan, saat ini warga yang sudah antre mendaftar untuk mendapatkan rumah murah sudah mencapai 8 ribu orang sedangkan yang dibangun baru 500 unit sehingga ada 7.500 warga yang daftar tunggu.
Menurut dia, karena peminatnya sangat banyak, maka pihak developer diharapkan berhati-hati saat melakukan pengundian agar benar-benar mengutamakan warga yang kurang mampu, jangan ada oknum-oknum yang memanfaatkannya sebagai ladang bisnis.
"Hanya masyarakat yang berpenghasilan rendah di bawah Rp3,5 juta per bulan termasuk Pegawai Negeri Sipil golongan rendah yang bisa mendapatkan rumah bersubsidi ini," kata Asisten I Tata Praja, Syafaruddin Syam, memberikan sambutannya mewakili Bupati Isran Noor.
Ia mengingatkan Pejabat PNS Fungsional termasuk yang menduduki jabatan structural juga tidak dibenarkan mendapatkan rumah bersubsidi.
Oleh karena itu, nantinya developer benar-benar melakukan seleksi sebelum mengundi masyarakat yang layak bisa mendapatkan.
"Ini program pemerintah untuk rakyat berpenghasilan rendah, jadi jangan sampai dijadikan spekulan, sehingga tidak mencapai sasaran yang dipogramkan pemerintah," ujar dia.
Ditambahkannya, di kawasan ini juga akan dibangun dan disiapkan fasilitas umum, seperti sarana ibadah, pendidikan, olahraga yang tujuannya untuk menunjang kegiatan masyarakat.
Hal sama juga dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur, Taufiq Fauzi, mewakili Gubernur Awang Faroek Ishak.
Ia mengapresiasi dilaksanakannya pembangunan perumahan bersubsidi bagi masyarakat yang tergolong berpenghasilan rendah di Kutai Timur.
Menurut dia, program pemerintah untuk bisa mendorong perumahan dalam rangka menunjang ekonomi masyarakat melalui penyediaan rumah bersubsidi melalui percepatan penyaluran rumah likuiditas fasilitas pembiayaan perumahan FLPP dengan membebaskan batas maksimal harga jual rumah bebas PPN dari Rp75 juta per unit menjadi Rp88 juta per unit hingga Rp145 juta per unit.
"Pemerintah berharap perbankan pada tahun 2013 ini dapat lebih berperan dalam mengoptimalkan penyaluran kredit FLPP," kata Kadis PU Taufiq Fauzi yang membacakan sambutan Gubernur Kaltim.
Ia menjelaskan, dengan bertambahnya bank penyalur kredit bersubsidi maupun kemudahan lain yang yang dijamin pemerintah sudah seharusnya meningkatkan penyaluran rumah bersubsidi tumbuh lebih besar.
Kesiapan bank penyalur kredit rumah bersubsidi harus lebih fokus, karena selama ini hanya Bank Tabungan Negara (BTN) yang lebih optimal menyalurkannya.
Bank penyalur lainnya harus lebih siap menyalurkan rumah bersubsidi dan kegiatan perbankan harus sejalan dengan kebijakan pemerintah yang telah menurunkan suku bunga menjadi 7,25 dari semula 8,25-8,50 persen serta perpanjangan tenor simpanan menjadi 20 tahun.
"Saat ini perekonomian tumbuh lebih baik, oleh karena itu ke depan kita harus bisa mempersiapkan lebih matang, sektor rill harus dipacu dan salah satu sektor terpenting adalah sektor perumahan," katanya. (*)
Pewarta: Adi SagariaEditor : Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.