Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah, berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan keluhan infrastruktur warga di kawasan pinggiran kota.
Hal ini ditegaskannya saat menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 di kawasan Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Dalam serap aspirasi yang dihadiri sekitar 300 warga dari lingkungan RT 29, RT 30, RT 31, dan RT 32 tersebut, mencuat berbagai persoalan klasik yang selama ini belum tersentuh penanganan pemerintah daerah.
Keluhan paling mendesak yang disuarakan warga adalah kondisi tempat ibadah utama mereka. Struktur tanah di sekitar area masjid dilaporkan terus mengalami penurunan dan terancam longsor karena belum adanya dinding penahan tanah atau turap.
"Keluhan paling besar dan mendesak saat ini adalah masalah masjid. Tanahnya sudah mulai turun karena belum diturap. Penurapan ini menjadi prioritas utama kami agar dampaknya tidak meluas dan merusak bangunan utama masjid. Kami akan segera mengupayakan solusi taktis bersama instansi terkait," ujar legislator yang akrab disapa Aan tersebut.
Selain rumah ibadah, akses mobilitas dan fasilitas pendidikan warga Berambai juga memprihatinkan. Warga mengeluhkan adanya jembatan penghubung yang runtuh dan belum diperbaiki.
Di sektor pendidikan, sekolah setempat juga memerlukan bantuan pengerasan lahan serta pemasangan paving block di area halaman sekolah guna menunjang aktivitas belajar-mengajar yang layak.
Tak hanya menyerap keluhan konstituen di Sempaja Utara, dialog interaktif ini juga menampung aspirasi dari wilayah tetangga.
Baca juga: DPRD-Dinas Lingkungan Hidup Samarinda kaji PLTSa Sambutan
Perwakilan warga melaporkan bahwa kawasan RT 06 Kelurahan Pampang sudah hampir 10 tahun hidup dalam kegelapan akibat minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).Merespons jeritan warga Pampang, Aan berjanji akan mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan eksekutif.
"Persoalan PJU di Pampang ini sangat serius karena menyangkut keselamatan dan keamanan warga di malam hari. Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda agar pemenuhan lampu jalan di RT 06 bisa terealisasi secepatnya," tegasnya.
Aan memastikan seluruh usulan fisik ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas. Dirinya berkomitmen mengawal laporan reses ini agar masuk dalam program aspirasi DPRD Kota Samarinda dan diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Target utamanya adalah pengerjaan fisik turap masjid harus sudah berjalan pada tahun anggaran 2026 ini.
"Awal Juni nanti, setelah seluruh rangkaian reses selesai dan pelaporan resmi masuk ke paripurna, saya akan langsung mendorong dinas teknis agar usulan ini segera dieksekusi. Khusus untuk penurapan masjid, wajib ada penyelesaian tahun ini," kata Aan optimis.
Aan mengaku terharu sekaligus bangga atas antusiasme warga Berambai yang memadati lokasi reses. Berdasarkan pengakuan tokoh masyarakat setempat, wilayah mereka sudah dua tahun terakhir tidak pernah dikunjungi oleh anggota dewan untuk kegiatan reses.
Kehadiran Anggota Komisi III ini diharapkan menjadi titik balik percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini dinilai timpang dibandingkan kawasan perkotaan Samarinda.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di luar agenda kedewanan, Aan juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban kepada warga Berambai menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang akan jatuh dalam beberapa pekan ke depan. (Adv)
Baca juga: DPRD soroti penundaan operasional terowongan di Samarinda
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2026