Bontang (ANTARA Kaltim) - Pembangunan bandar udara di Desa Nyarakat, kata Sekretaris Kota Bontang Syirajuddin, masih terkendala anggaran pembebasan lahan, kata pejabat setempat.

"Pembangunan bandara itu memang masih terkendala anggaran untuk pembebasan lahan," ungkap Syirajuddin, Jumat.

Pemerintah Kota Bontang, kata Syirajuddin, hanya mampu membebaskan lahan pembangunan Bandara Bontang sekitar 35 persen, akibat minimnya anggaran pada APBD 2015.

"Berdasarkan hasil perkiraan tim yang kami bentuk, anggaran yang tersedia hanya dapat memberikan ganti rugi lahan warga 35 persen dari luas seluruh areal bandara dan selebihnya masih tertunda akibat anggarannya tidak cukup," kata Syirajuddin.

Namun, dia tidak mengungkap jumlah anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Bontang untuk pembebasan lahan bandara seluas 92 hektare tersebut pada APBD 2015.

Keterbatasan anggaran itu terjadi kanjut Syirajuddin karena APBD Bontang yang saat ini hanya Rp1,8 triliun.

"Tentunya, tidak semua anggaran harus tersedot oleh pembebasan lahan bandara sebab banyak juga yang perlu di bidang lainnya," ujar Syirajuddin.

Namun, ia tidak bersedia menjelaskan ketika ditanya besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan warga tersebut.

"Saya tidak tahu persisnya berapa, karena itu masalah teksnis," ujarnya.    (*)

Pewarta: Irwan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2015