PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat dua rekor baru dalam hal pengeboran mencari minyak dan gas di Lapangan South Mahakam, lepas pantai Balikpapan yakni pengeboran terdalam dan tercepat.

General Manager PHM Krisna di Balikpapan, Jumat mengatakan,
PHM telah mengebor sedalam 3.346 meter dalam satu rangkaian yang menjadi pengeboran terdalam dalam satu rangkaian dan juga mencatatkan pengeboran tercepat pada angka 40,6 meter per jam.

“Kami sukses menghemat waktu dan biaya pengeboran dan berdampak pada penurunan biaya operasi,” katanya.

Termasuk dalam penghematan adalah mengurangi potensi kehilangan lumpur pengeboran dan meningkatkan potensi temuan minyak dan gas di zona reservoir.

“Kedua hal ini belum pernah kami lakukan sebelumnya,” lanjut Krisna.

Lumpur pengeboran adalah sebutan untuk cairan kental khusus serba guna, yang penampilannya memang mirip lumpur yang digunakan terutama untuk melumasi perangkat pengeboran di dalam lubang bor atau sumur yang sedang dibor.

Lumpur pengeboran juga berguna untuk mengangkat material hasil pengeboran, dan juga bisa untuk melawan tekanan gas dan minyak seandainya kedua material tersebut ditemukan.

Dengan mengebor terus menerus dalam satu rangkaian maka PHM menghemat jumlah lumpur yang harus disuntikkan ke dalam sumur.

“Perusahaan terus menerapkan beragam inovasi dan teknologi kegiatan pengeboran, dengan menjalankan praktik-praktik terbaik di industri migas nasional dan dunia,” jelasnya.

Prestasi pengeboran terpanjang ini menggunakan Rig Hakuryu-14 di sumur JM-101.G1, lapangan Jempang Metulang, South Mahakam, dengan interval lubang (hole section) 8.5 inchi.

Laju pengeboran (On Bottom Rate of Penetration/OB ROP) tercepat terjadi di sumur JM-101.G1 yang mencapai OB ROP 40.6 meter/jam.

Kecepatan ini meningkat 150 persen dari rata-rata kecepatan pengeboran sebelumnya di platform JM-1 yang berada di kisaran OB ROP 15 meter/jam.

Selain itu, PHM juga mencatat rekor rekor milling operation tercepat di sumur JM-107.G1. Dibor dengan casing 9-5/8 inci, milling operation JM-107.G1 hanya memakan waktu 2 jam 30 menit.

Dalam pengeboran di anjungan Hakuryu-14 diterapkan inovasi dari proyek Maxi Drill berupa pemanfaatan Motorized Rotary Steerable System (RSS, sistem yang memungkinkan gerakan putar bor dapat diarahkan) pada Bottom Hole Assembly (BHA, rangkaian alat di ujung mata bor), yang menggunakan mata bor yang sesuai dengan kondisi formasi.

Inovasi juga dijalankan dengan pengoptimalan parameter pengeboran yang berdampak terhadap peningkatan performa pengeboran.

Pewarta: Novi Abdi

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Timur 2023