Sangata ( ANTARA Kaltim) - Jalan lintas Kalimantan di Kaltim untuk poros utara yang melintasi wilayah Kutai Timur rawan kecelakaan, hal itu terjadi akibat buruknya kondisi infrastruktur perhubungan darat di kawasan tersebut.
     
Dilaporkan di Sangata, Jumat bahwa buruknya kondisi infratruktur perhubungan di kawasan itu menyebabkan beberapa kali terjadi kasus kecelakaan lalu lintas.
     
Setelah beberapa hari lalu terjadi kecelakaan, kasus serupa menimpa sebuah mobil truk tangki jenis Colt Diesel dengan nomor polisi KT-8518- BP yang terporosok ke jurang pada KM 13 Sangata-Sangkuliran, Jumat tadi pagi.
     
Untungnya, mobil berwarna putih biru tersebut tidak terbakar saat kejadian naas itu, mengingat sedang mengangkut 5.000 liter bahan bakar solar dengan tujuan Desa Perondongan, Kecamatan Sangkulirang, Kutim,
    
"Kecelakaan ini merupakan yang kesekalian kalinya terjadi di kilometer 13 yang merupakan Jalan Lintas Kalimantan di Kaltim yang menghubungkan wilayah utara Kaltim, dan beberapa kabupaten dan kota di Kaltim," ujar Ajimin, sopir truk naas yang mengaku adalah warga Jl. Juanda Samarinda.
    
Bahan bakar solar itu merupakan milik PT. Segala Kemalung Indah yang akan dipasok ke PT. BAS, sebuah perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur.
    
Ia mengaku bahwa saat kejadian naas itu tidak merasa mengantuk namun menunding kecelakaan tersebut akibat kondisi jalan yang buruk, yakni banyak aspal terkupas dan berlubang-lubang.
     
Kecelakaan itu menyebabkan tangki yang membawa solar bocor yang mencemari lahan pertanian warga di sekitarnya.
    
"Kami mengharapkan agar Pemkab Kutai Timur dan Pemprov Kaltim segera mengatasi kondisi jalan yang rusak ini karena juga banyak dikeluhkan warga yang terhambat untuk memasarkan hasil buminya," katanya menambahkan.
     
Pihak Pemprov Kaltim sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam membenahi kawasan tersebut terkait dengan statusnya sebagai  jalan negara (lintas Kalimantan di Kaltim) sebelumnya mengaku sudah mengajukan anggaran ke pusat namun realiasinya belum sesuai harapan.
      
Kerusakan jalan negara itu selain diperparah dengan keterbatasan dana pemeliharaan dari pusat, juga diperkirakan akibat banyaknya mobil alat berat perusahaan kepala sawit, pertambangan batu bara dan perkayuan yang melintas di kawasan itu.

Editor: iskandar zulkarnaen
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar