Nakhoda Kapal Tenggelam Instruksikan Penumpang Selamatkan Diri

Sejumlah warga melihat daftar nama penumpang baik yang telah ditemukan maupun yang dinyatakan hilang atas tenggelamnya KM Karya Indah yang dipasang di Posko Trauma Centre di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan, Samarinda, Kamis dinihari (18/4). (Amirullah/ANTARA)

Teman saya yang menarik tangan saya, sehingga saya bisa bertahan di atas atap, dan kemudian diselamatkan oleh petugas
Berita Terkait
Samarinda (ANTARA Kaltim) - Mariamah, korban selamat dari tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam, Rabu (17/4) petang, mengatakan nakhoda kapal telah memberikan instruksi supaya para penumpang menyelamatkan diri, setelah air sungai sudah mulai masuk ke kapal tersebut.

"Kapal motor memang terkena ombak sungai yang tinggi dan menyebabkan sebagian air masuk ke dalam kapal, tak berapa lama Nakhoda mencoba memutar haluan untuk mencari jalan pintas ke daratan terdekat, namun air semakin meninggi dan kemudian ada intruksi dari Nakhoda, supaya penumpang menyelamatkan diri," tutur Mariamah (42 tahun), karyawan kontrak PT Kalamour, Rabu (17/4) malam, usai kejadian.

Karena begitu paniknya, Mariamah yang posisinya berada di tengah deretan penumpang berebut untuk menyelamatkan diri, dan tak berapa lama air masuk ke kapal mulai meninggi dan posisi kapal mulai miring.

"Saya sudah tidak ingat diinjak berapa orang karena semuanya berebutan, untuk melepaskan diri sampai saya harus melepaskan baju seragam, agar bisa timbul di permukaan air," tutur Marimah yang mengaku tidak bisa berenang.

Begitu kepalanya bisa muncul di permukaan air, dia melihat di sekitarnya masih ada bangkai kapal dalam posisi setengah miring, dan di situ dia melihat temannya sudah berada di atas atap kapal motor tersebut.

"Teman saya yang menarik tangan saya, sehingga saya bisa bertahan di atas atap, dan kemudian diselamatkan oleh petugas," tutur dia.

Ditanya soal standar keselamatan kapal, seperti halnya penyedian baju pelampung, dia mengaku tidak tahu secara pasti.

Namun ketika sudah berada di atas atap, dia sempat melihat beberapa temannya yang selamat memakai baju pelampung.

"Saya tidak tahu soal penyediaan baju pelampung, namun ada beberapa teman saya yang pakai ketika menyelamatkan diri," tuturnya.

Kapal motor tersebut dikabarkan mengalami kebocoran di bagian depan hingga menyebabkan keretakan yang mempercepat air masuk ke kapal.

Mariamah yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Trauma Cente Loa Janan, dan ditunggui oleh sanak keluarganya mengaku masih merasa sesak dan sulit untuk bernafas normal.

"Katanya dokter, masih banyak air di dalam perut, mungkin terlalu banyak saya minum air sungai ketika mencoba menyelamatkan diri," tegasnya.

Kapal Motor Karya Indah merupakan kapal penumpang yang mengangkut karyawan perusahaan plywood PT Kalamour, dari Dermaga Kalamour menuju Dermaga Loa Janan yang berjarak kurang lebih 500 meter menyisiri Sungai Mahakam.

Dari keterangan karyawan menyebutkan, ketika sore hari bertepatan dengan jam pulang perusahaan, biasanya kapal penumpang tersebut selalu dipenuhi sesak oleh penumpang.

"Semuanya berebut untuk bisa naik duluan, ya maklum usai kerja mereka langsung ingin cepat pulang ke rumah, makanya saya kadang takut sendiri," terang Sriatun yang sudah dua bulan keluar dari perusahaan Kalamour tersebut.

Jumlah penumpang KM Karya Indah masih simpang siur karena tidak ada daftar manivest penumpang. Sejumlah saksi menyebut jumlah penumpang lebih dari 40 orang.

Hingga kini 18 orang telah ditemukan, 17 dinyatakan selamat dan satu meninggal dunia atas nama Nurhayati, karyawati PT Kalamour. Sebanyak 22 orang dilaporkan hilang oleh keluarganya, yang diduga sebagai penumpang dari kapal naas tersebut. (*)

Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarakaltim.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar