Nunukan  (ANTARA News Kaltim) - Sebanyak 70 ekor sapi asal Provinsi Sulawesi Selatan didatangkan pengusaha di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kedua wilayah tersebut menjelang Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah.

Informasi yang diperoleh dari Anak Buah Kapal (ABK) KM Thalia, Ishak di Nunukan, Senin, menyebutkan sebanyak 70 ekor sapi yang dimuat dari Pelabuhan Nusantara Kota Parepare Sulsel, Sabtu (22/9) malam.

Sapi yang dimuat tersebut berasal sejumlah daerah di Sulsel yang sengaja dipesan oleh pengusaha daging di Kalimantan Timur khususnya di Nunukan dan Tarakan.

Ke-70 ekor sapi tersebut, lanjut Ishak, adalah milik dua pengusaha di Kabupaten Nunukan dan seorang lainnya dari Kota Tarakan.

"Kalau tidak salah sapi itu milik dua pengusaha di Nunukan yaitu H Ramli dan Gondrong. Dan satu lagi milik pengusaha dari Tarakan," ujar Ishak saat dihubungi.

Pengusaha asal Kota Tarakan, Muh Rajib di Nunukan, mengatakan sapi miliknya yang diangkut dengan menggunakan KM Thalia dari Pelabuhan Parepare sebanyak 26 ekor.

Ia menambahkan, sengaja memesan sapi dari Sulsel untuk memenuhi permintaan yang cukup besar menjelang Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriah yang bertepatan dengan 26 Oktober 2012.

Selama ini, lanjut dia, sapi yang didistribusikan kepada sejumlah pedagang daging di sejumlah pasar tradisional Kota Tarakan dipesan dari Provinsi Gorontalo.

"Baru saya ambil sapi dari Sulawesi Selatan. Selama ini saya ambil dari Gorontalo," katanya.

Rajib menyatakan akibat harga sapi dari Gorontalo semakin meningkat, maka mencari jalan lain dengan mendatangkan sapi dari Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan.

Menurutnya, sapi dari Sulawesi Selatan dibeli dengan harga Rp7 juta per ekornya. Artinya harganya lebih murah dibandingkan sapi dari Gorontalo.

Setelah dari Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, sapi miliknya diangkut ke Kota Tarakan dengan menggunakan kapal feri di Pelabuhan Sei Jepun Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan yang akan berangkat, Senin (24/9) malam.  (*)



Pewarta: M Rusman
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026