Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) menargetkan pertumbuhan penjualan plastik ramah lingkungan (degradable) hingga 15 persen per tahun dari saat ini atau sekitar 2.000 ton per bulan. Hal ini seiring gencarnya sosialisasi penggunaan teknologi hijau dalam bidang industri.

Penggunaan plastik ramah lingkungan ini baru mulai dikampanyekan sejak tahun 2010 lalu. Saat ini dengan kemampuan produksi hingga 60 ribu ton per tahun sudah habis diserap pasar di Jawa dan Bali.

"Tahun ini kami coba akan perluas ke Kalimantan, setelah itu ke Sulawesi dan Indonesia bagian timur," kata Vice President Corporate Relation PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Suhat Miyarso yang dihubungi dari Balikpapan Senin (11/6).

Kapasitas produksi bahan baku plastik CAP menghasilkan 320 ribu ton per tahun sedangkan kebutuhan nasionalnya mencapai 800 ribu ton/tahun. Menurut Miyarso, pihaknya telah menggandeng peritel besar sekaligus melakukan kampanye penggunaan produk ramah lingkungan agar juga bisa menyentuh pedagang tradisional.

"Setelah ada sosialisasi dan kampanye semacam ini kami harapkan ada pertumbuhan sekitar 10 persen sampai 15 persen per tahun. Harapannya dalam waktu 3-4 tahun ke depan semua sudah pakai plastik degradable ini, termasuk pasar tradisional," jelasnya.

Diakuinya penggunaan plastik ramah lingkungan ini ada perbedaan harga bahan baku plastik degradable dibandingkan plastik konvensional sekitar 3-5 persen.

"Kalau plastik degradable ini harganya sekitar 500-700 dolar AS per ton," tegasnya.

Dia mengatakan perbedaan harga ini bukan menjadi halangan bagi pihaknya untuk mengampanyekan penggunaan plastik degradable.

"Kami berharap peritel besar ini menjadi pioner dalam penggunaan plastik ramah lingkungan. Di samping kami juga bekerjasama dengan pemerintah dalam mengkampanye produk ramah lingkungan. Di Jakarta, misalnya, sudah dibuat Perda yang mewajibkan ritel gunakan plastik ramah lingkungan," terangnya.

Setelah membidik peritel besar, diharapkan masyarakat kelas menengah bawah juga bisa menggunakan plastik degradable sehingga tingkat penyerapan produk di pasaran semakin meningkat.

"Kami nanti akan sasar juga penggunaan kantong plastik ramah lingkungan pada pasar tradisional. Sekarang kita lagi terus kampanyekan ini ke ritel-ritel melalui kerjasama dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia)," ujarnya.

Produk plastik degradable ini dibuat sebagai inovasi adanya anggapan bahwa plastik merupakan musuh yang harus dilawan sementara kekuatan plastik sebagai kantong angkat apa pun belum tergantikan. Dari 11 persen sampah plastik yang dihasilkan oleh rumah tangga hanya menyisakan sekitar 3 persen plastik yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis.

"Melalui penambahan aditif prodegadrant yang membentuk polyethilene SF5008E sebagai bahan baku plastik degradable diharapkan bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah lingkungan," imbuhnya.

Plastik produk Chandra Asri Petrochemical ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang di buat dengan priduk polyethilene SF5008E, yang sengaja di desain supaya mudah terurai. Pembungkus gulungan di supermarket, tas kresek ini secara fisik tak bisa dibedaikan.

"Dalam 6 bulan sudah hancur, dan 2 tahun sudah terurai di tanah. Aman dari tekanan tertentu dan aman untuk makanan," tambahnya. (*)



Pewarta: Novi Abdi
: Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026