Samarinda  (ANTARA News Kaltim) - Provinsi Kalimantan Timur selama Mei 2012 mengalami deflasi (penurunan harga) minus 0,14 persen, atau terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 141,76 pada April, turun menjadi 141,57 pada Mei 2012.

"Berdasarkan perubahan harga tersebut, maka laju inflasi Kaltim untuk kalender 2012 sebesar 2,01 persen dan inflasi tahun ke tahun mencapai 5,49 persen,"  ucap Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) - Badan Pusat Statistik Kaltim, Achmad Zaini di Samarinda, Jumat.

Menurutnya, deflasi terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) terutama adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan dalam pembentukkan harga.

Seperti kelompok bahan makanan yang terdiri dari beras, tepung, ikan segar, ikan diawetkan, telur, susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, bumbu-bumbuan, lemak dan minyak mengalami deflasi minus 0,69 persen pada Mei 2012.

Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang terdiri dari makanan siap konsumsi, minuman tanpa alkohol, tembakau dan minuman beralkolhol berinflasi (kenaikan harga) 0,41 persen.

Untuk kelompok perumahan yang terdiri dari biaya tempat tinggal, bahan bakar, penerangan, air, perlengkapan rumah tangga, dan biaya peyelenggaraan rumah tangga mengalami deflasi minus 0,07 persen.

Untuk kelompok sandang yang terdiri dari pakaian laki-laki, pakaian wanita, pakaian anak-anak, barang pribadi dan berbagai perlengkapan diri lain mengalami deflasi minus 0,09 persen.

Kelompok kesehatan yang terdiri dari jasa kesehatan, obat-obatan, jasa perawatan jasmani dan kosmetika mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang terdiri dari jasa pendidikan, berbagai bentuk kursus, peralatan pendidikan, rekreasi dan olahraga berinflasi 1,16 persen.

Selanjutnya kelompok transport dan komunikasi yang terdiri dari transportasi, pengiriman, komunikasi, sarana dan penunjang transport, serta jasa keuangan mengalami penurunan harga sebesar minus 0,06 persen.

Jika dirinci menurut tiga kota yang ditunjuk sebagai patokan IHK, maka hanya Balikpapan yang mengalami inflasi hingga sebesar 0,04 persen. Sedangkan Samarinda berdeflasi minus 0,26 persen dan Tarakan berdeflasi minus 0,23 persen.

Pewarta: M. Ghofar
: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026