Balikpapan (ANTARA News Kaltim) - Hotel Novotel Balikpapan mengadopsi Bennie, seekor beruang madu jantan berusia 10 tahun dengan mendonasikan dana sebesar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp8,5 juta kepada Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH).

"Ini komitmen kami dalam konservasi beruang madu, hewan langka yang jadi maskot kota Balikpapan," kata Asisten Manajer Eksekutif Novotel Tomy Jovan Andriansyah di Balikpapan, Kamis.

Dengan menjadi orang tua asuh Bennie, Novotel akan selalu dikabari perkembangan Bennie dan program-program yang dijalankan KWPLH untuk melaksanakan konservasi beruang madu, kata Direktur KWPLH Hamsuri.

Kepedulian Novotel kepada konservasi beruang madu tampaknya seiring dengan berbagai poster kampanye pelestarian lingkungan dan berbagai satwa dilindungi yang terpasang di berbagai sudut di lobby luas di Novotel Balikpapan.

Di Novotel juga dapat ditemui boneka beruang madu yang dijadikan cendera mata bagi tamu yang menginap di hotel jaringan Accor tersebut.

Selain Bennie yang diadopsi Novotel, ada pula Bedu, beruang madu jantan lainnya yang diadopsi Borneo Bears, klub rugby yang anggotanya para ekpatriat di Balikpapan. Sama seperti Novotel, Borneo Bears juga mendonasikan 1.000 dolar AS untuk biaya makanan dan perawatan Bedu.

Bennie dan Bedu adalah beruang madu (Helarctos malayanus) yang tinggal di KWPLH di Km 23 Jalan Soekarno-Hatta.

Menurut Hamsuri, KWPLH masih mencarikan orangtua asuh lagi bagi tiga beruang madu lainnya yang juga tinggal di KWPLH, yaitu untuk untuk Harris, Batik, dan Anna. Harris adalah jantan, Batik dan Anna betina.

Bersama rekan-rekan beruangnya ini, Bennie tinggal di kawasan hutan sekunder seluas 1,3 hektare. Hutan ini berpagar kawat beraliran listrik tegangan rendah.

"Sebab beruang bisa memanjat. Kalau cuma dipagar saja, bisa kabur dia," jelas Hamsuri. Listrik yang ada di pagar sekadar untuk mengagetkan sang beruang saja agar tidak mencoba kabur.

Sebagai maskot kota dan hewan yang terancam punah, beruang madu memang diperlakukan khusus di Kota Minyak. Untuk kelima beruang yang ada di KWPLH, Pemkot Balikpapan menganggarkan Rp100 juta per tahun untuk biaya makanan dan perawatan.

"Termasuk juga biaya pemeliharaan fasilitas yang ada di sini," kata Hamsuri yang lama berkecimpung di dunia lembaga swadaya masyarakat.

Meski pemakan segala atau omnivora, beruang madu lebih banyak makan buah-buahan. Di KWPLH, oleh Hamsuri dan timnya Bennie dan kawan-kawan mendapatkan mangga, semangka, nenas, dan umbi-umbian dua kali sehari. Uang adopsi digunakan untuk membeli makanan suplemen seperti madu, oatmeal, termasuk juga obat-obatan.

"Kalau di alam seperti di Hutan Lindung Sungai Wain, beruang madu memanjat pohon tanyut dimana banyak sarang tawon untuk makan madu," ujar Hamsuri.

Di dalam hutan kandang mereka itu juga terdapat beberapa pohon buah seperti nangka yang juga jadi makanan favorit Bennie dan kawan-kawannya. (*)



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Arief Mujayatno

COPYRIGHT © ANTARA 2026