"Berdasarkan data tersebut, berarti jumlah PUS di Kutim yang menjadi peserta KB aktif hingga November 2011 cukup tinggi karena yang tidak ikut hanya 14.184 pasangan," tutur Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PP- KB) Kutai Timur, Esty Indriyanti dihubungi dari Samarinda, Minggu.
Esty yang didampingi Kepala Bidang KB dan Kelompok Remaja (KR) Rini Indarti tersebut melanjutkan bahwa program KB yang paling diminati di Kutim adalah dengan cara suntik, yakni mencapai 12.268 orang.
Urutan kedua alat kontarsepsi yang paling diminati warga Kutim adalah dengan menelan pil, yakni mencapai 11.788 orang.
Selain itu, warga juga menggunakan alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) 1.230 orang.
"Di Kutim ada pula warga yang menggunakan Metode Operasi Wanita (MOW) atau steril sebanyak 61 orang, peserta yang menggunakan Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi sebanyak 26 orang," ujarnya.
Selanjutnya peserta KB dengan menggunakan kondom sebanyak 571 orang, peserta dengan menggunakan implant atau susuk sebanyak 646 orang.
Sedangkan peserta KB Aktif baik yang PUS atau yang non PUS, pelayanannya terbagi menjadi dua tempat, yakni yang dilayani di klinik milik pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit pemerintah dan lainnya sebanyak 129.970 peserta, dan yang dilayani di klinik swasta sebanyak 11.992 orang.
Dari jumlah PUS baik yang menjadi peserta KB aktif maupun yang tidak tersebut, sebanyak 7.382 orang sedang hamil, kemudian sebanyak 2.734 orang ingin segera punya anak sehingga tidak ikut ber-KB.
Ada juga pasangan yang ingin menunda punya anak, yakni dengan jumlah 2.409 PUS. Kemudian sebanyak 1.659 pasangan tidak ingin punya anak lagi karena jumlah anaknya dirasa sudah cukup. (*)
Pewarta: M Ghofar: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.