
Balikpapan (Antaranews Kaltim) - Perusahaan jasa telekomunikasi seluler Telkomsel membuka apa yang disebutnya mini graPARI, Kamis. Gerai itu dibuka di lingkungan mal, toko, dan kantor di Balikpapan Super Blok (BSB) di Balikpapan.
“Ini seperti graPARI kita umumnya, di mana pelanggan bisa mendapatkan seluruh layanan Telkomsel dengan sekali mampir,” kata Direktur Sales Sukardi Silalahi.
Hanya saja jumlah pelayan pelanggan atau customer service di graPARI mini tak sebanyak di graPARI yang tidak mini. graPARI mini Telkomsel di lingkungan BSB itu juga dikelola bukan oleh Telkomsel sendiri, melainkan oleh pihak ketiga.
“Yang di BSB ini dikelola PT Sianyu Perkasa, mitra dealer Telkomsel,” lanjut Silalahi. Buat PT Sianyu, ini adalah graPARI pertama yang mereka kelola.
Tambahan jumlah pelayan ini diharapkan menambah jumlah pelanggan yang dilayani dan sebaliknya juga memudahkan pelanggan mendapatkan layanan.
Mini graPARI melayani penggantian kartu Sim, memberi informasi produk, pembelian kartu sim prabayar ataupun pasca bayar, sampai produk dan layanan digital Telkomsel seperti t-cash.
Silalahi menambahkan, mini graPARI di BSB itu menjadikan titik layanan Telkomsel di area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan (Pamasuka) menjadi 101 buah. Dari jumlah itu dirincikan 19 graPARI yang dikelola langsung Telkomsel dan 82 dikelola pihak ketiga seperti PT Sianyu Perkasa.
Menurut Executive Vice President Area Pamasuka Ronny Arnaz, graPARI BSB adalah bagian dari 49 graPARI mini di seluruh Pamasuka, yang berlokasi di Balikpapan, Makassar, Ambon, dan Jayapura.
Di lingkup area Balikpapan, tambahan satu gerai itu menjadi Telkomsel memiliki 4 gerai, di mana satu dikelola Telkomsel sendiri di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1, Damai, Balikpapan Kota, dan 3 lainnya oleh pihak ketiga, yaitu di Km 6 Jalan Soekarno-Hatta, di Penajam, Penajam Paser Utara, dan di Tana Paser, Kabupaten Tana Paser.
Telkomsel mengklaim memiliki 14,5 juta pelanggan di Kalimantan dari 38 juta di area Pamasuka.
Pada kesempatan itu juga Telkomsel menyerahkan bantuan dana Rp10 juta kepada Yayasan Rumah Zakat dan PT Sianyu Perkasa memberikan bantuan biaya operasional juga Rp10 juta kepada Panti Asuhan Al Fuqara Wal Masakin.
“Semoga bermanfaat,” kata Silalahi. (*)
