"Inflasi sebesar itu diperoleh dari indeks harga konsumen (IHK) di Kota Samarinda yang berinflasi 0,46 persen, kemudian di Kota Balikpapan yang bernflasi 1,30 persen,"ujar Kepala Badan Pusat Statsitik (BPS) Provinsi Kaltim Atqo Mardiyanto di Samarinda, Senin. Dari data inflasi pada Juni yang tercatat 0,82 persen ini, maka tingkat inflasi Kaltim di tahun kalender sebesar 2,10 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,60 persen.
Inflasi di Kaltim dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 2,32 persen, diikuti kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 1,29 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,66 persen.
Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,42 persen, kelompok sandang 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga masih stabil yang tercatat 0,00 pesen.
Atqo menjelaskan bahawa pada Juni 2018 sebagian besar kelompok pengeluaran memiliki andil positif terhadap inflasi di Kaltim, yakni pada kelompok bahan makanan memiliki andil 0,47 persen, kelompok transportasi dan komunikasi dengan andil 0,23 persen.
Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memiliki andil inflasi 0,08 persen, kelompok kesehatan dengan andil 0,04 persen.
Jika dirinci berbandingan inflasi dalam tiga tahun terakhir menurut kota, katanya, maka di Samarinda pada Juni 2018 berinflasi 0,46 persen, sedangkan pada periode yang sama tahun 2017 berinflasi 0,68 p ersen, dan tahun 2016 mengalami inflasi 0,61 persen.
Untuk Kota Balikpapan pada Juni 2018 mengalami inflasi 1,30 persen, tahun 2017 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,38 persen, sedangkan tahun 2016 mengalami inflasi 1,74 persen.
Untuk inflasi tahun kalender di Samarinda pada Juni 2018 sebesar 1,77 persen, sedangkan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya, yaitu tahun 2017 berinflasi 2,81 persen, dan tahun 2016 mengalami Inflasi 1,36 persen.
"Dari 82 kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai IHK, dilaporkan bahwa semua kota mengalami inflasi dengan angka tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen, inflasi terendah terjadi di Medan dan Pekanbaru yang masing-masing sebesar 0,01 persen,"kata Atqo. (*)
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.