Bandung, (ANTARA Kaltim) - Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan tidak pernah mencetak uang rupiah ke PT Pura Barutama seperti yang tersebar di media sosial baru-baru ini, namun pencetakan rupiah dilakukan di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).
"Ada
hubungan bisnis dengan PT Pura memang iya, karena PT Pura adalah salah satu pemasok
bahan uang dari 14 bahan yang dibutuhkan untuk mencetak uang di Peruri,"
kata Eggi Gilkar, Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI di Bandung,
Kamis.
Pernyataan itu
disampaikan Eggi ketika menjadi narasumber dalam acara Pelatihan Wartawan
Ekonomi dari Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di Hotel Crowne
Plaza Bandung.
Jadi,
lanjutnya, peran PT Pura dalam hal hanya sebagai perusahaan yang memproduksi
salah satu bahan untuk mencetak uang, bukan sebagai perusahaan pencetak uang
karena selama ini BI selalu mencetak uang di Peruri, bukan di tempat lain.
"Kami
hanya pernah mencetak uang rupiah sekali di tempat lain, yakni di Australia
untuk emisi tahun 1999 berupa uang kertas yang mirip plastik. Saat itu rupiah
dicetak di Australia karena untuk uang jenis ini belum bisa dicetak di
Indonesia," tuturnya.
Selama ini,
lanjutnya, BI kerap diterpa berbagai isu yang seolah-olah BI tidak nasionalis,
seperti isu uang yang ada gambar palu arit, mencetak uang di perusahaan lain,
rupiah mirip mata uang China, hingga mencetak uang dengan nomor seri ganda
menjelang Pemilu, padahal semua tuduhan itu tidak benar.
Dalam menyikapi
berbagai tuduhan tersebut, BI memilah menjadi dua. Pertama memahami tuduhan
sebagai persepsi masyarakat, kedua memahami tuduhan sebagai fitnah.
Apabila
tuduhan dianggap persepsi, maka langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan
sosialisasi. Sedangkan tuduhan yang dianggap fitnah, maka yang ditempuh adalah
dengan melaporkan kepada kepolisian.
Tuduhan yang
ditangkap dengan bersosialisasi dan pemahaman seperti rupiah yang dinilai mirip
mata uang China dan tuduhan gambar palu arit. Sedangkan tuduhan yang bersifat
fitnah seperti mencetak uang di PT Pura, pihaknya melaporkan ke polisi.
"Jenis
warna itu terbatas, sementara semua negara di dunia juga mencetak uang sehingga
ada persepsi rupiah mirip uang negara lain. Padahal menurut saya, rupiah tidak
mirip dengan uang China, justru mirip uang di negara-negara Eropa" ucap
Eggi. *
Pewarta: M GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026