Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Kusnadi di Samarinda, Senin, menyatakan, kondisi hutan yang sudah banyak rusak serta sistem drainase yang kurang baik, penyebab bencana banjir di 14 kabupaten/kota daerah itu.
"Alihfungsi kawasan hutan serta buruknya sistem drainase menjadi salah satu penyebab kerawanan terjadinya banjir di hampir semua kabupaten/kota di Kaltim," ungkap Kusnadi.
Selain banjir, kebakaran kawasan hutan dan lahan, kata dia juga sebagai bencana alam yang rentan terjadi di propinsi berpenduduk lebih tiga juta jiwa itu.
"Jadi, ada dua bencana alam yang rawan terjadi di Kaltim yakni banjir dan kebakaran kawasan hutan. Dua hal itu yang harus diwaspadai dan segera dicari solusinya," katanya.
Namun, Sekretaris BPBD Kaltim itu mengaku belum bisa merinci titik-titik rawan terjadinya bencana alam di Kaltim.
"Badan ini baru terbentuk pada 20 Februari 2009 sehingga masih melakukan pembenahan organisasi dan belum melakukan inventarisasi titik-titik rawan bencana di Kaltim," kata Kusnadi.
Dia meminta masyarakat dan pemerintah tetap mempertahankan daerah-daerah resapan air untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir akibat cuaca ekstrim.
"Kalau dulu, banjir terjadi akibat pasang surut air sungai dan intensitas hujan tinggi. Namun, itu tidak berlangsung lama seperti banjir yang kerap terjadi selama ini," katanya.
Bencana alam banjir yang banyak terjadi sekarang disebabkan oleh kerusakan daerah resapan air akibat alifungsi lahan menjadi kawasan perumahan serta tidak berfungsi optimalnya drainase.
"Masyarakat dan pemerintah harus segera melakukan antisipasi dengan memaksimalkan fungsi drainase. Begitu juga kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan harus segera dicari solusi agar tidk sampai menjadi bencana," kata Kusnadi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.