Sangata (ANTARA News - Kaltim) - Gedung SD di Kutai Timur, Kaltim sebagian rusak parah terkena longsoran sebuah bukit di desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan.
"Gedung SD Negeri 002 sebagia rusak akibat longsoran akhir pekan lalu, sedangkan ruangan lain depenuhi lumpur sehingga awal pekan ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu," kata H Syamsuddin, Ketua Komite Sekolah SDN 002 di Sangata, Rabu.
Dilaporkan dari Sangata bahwa terjadinya longsor disebuah bukit pinggiran kampung akibat hujan deras yang dalam beberapa hari terakhir mengguyur sebagian besar wilayah Kutai Timur termasuk di desa Suka Damai dan desa lainnya.
Bahkan, desa lain, yakni Desa Suka Rahmat, Desa Danau Redan dan Desa Martadinata juga mengalami banjir mengakibatkan lahan pertanian rusak.
"Gedung sekolah memang berada di kaki bukit, makanya waktu longsor, seluruh tanah masuk ke ruangan kelas hingga runtuh,dan merusak fasilitas sekolah, seperti kursi dan meja belajar, lemari buku dan fasilitas lainnya"kata H Syamsuddin.
Meskipun tidak seluruh ruang kelas runtuh namun sangat menggangu kegiatan belajar-mengajar. Sejak awal pekan ini, murid SD Negeri 002 ada yang masuk siang.
"Kami sudah membuat laporan secara resmi ke dinas pendidikan Kutim mudah-mudahan cepat diperbaiki yang rusak dan fasilitas yang rusak diganti," imbuh dia.
Sebagai Komite sekolah dan para guru tidak bisa merinci kerugian dari musibah itu, nanti dari Diknas Kutim yang akan menghitungnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kutim H.Imam Hidayat saat dikonfirmasi ANTARA membenarkan kejadian itu.
"Saya sudah langsung menugaskan Kepala UPTD meninjau kelokasi untuk melihat kondisinya. Namun, terus terang saya tidak bisa dipastikan perbaikannya berapa lama," ujarnya.
Apalagi, katanya menambahkan bahwa ternyata tidak ada pos anggaran untuk musibah itu.
"Namun saat ini, saya lagi rapat dengan staf bagaimana menanggulanginya, supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar anak-anak," katanya berjanji.
Bupati Kutai Timur Isran Noor belum dapat diminta tanggapannya terkait kerawanan musibah serta upaya penanggulangannya akibat intensitas hujan cukup tinggi di daerahnya.
: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.