Samarinda (ANTARA News-Kaltim) - Sedikitnya 4.706 siswa SMP dan MTs Kota Samarinda, Kaltim, harus mengikuti ujian nasional (UN) ulangan pada 17-20 Mei 2010, pasalnya mereka dinyatakan gagal atau tidak lulus UN utama pada 29 Maret hingga 1 April.
"Total peserta yang mengikuti UN utama di Samarinda sebanyak 9.561 siswa, sementara yang tidak lulus mencapai 4.706 orang," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti WS, Sabtu.
Dari total angka tersebut, berarti tahun ini di Samarinda mengalami persentasi ketidaklulusan mencapai 49,22 persen, atau hampir separuh dari siswa Samarinda tidak lulus UN.
Kenyataan ini tentu saja sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pada 2008 tingkat kelulusan siswa SLTP dan yang sederajat di Samarinda mencapai 100 persen.
Menurut dia, banyak hal yang mempengaruhi mengapa tahun ini banyak siswa yang tidak lulus, di antaranya adalah perubahan sistem yang menjadi kebijakan nasional, sehingga perlu adanya evaluasi semua pihak.
Ia juga tidak setuju jika ketidaklulusan siswa ini dikaitkan dengan kesalahan guru dan kepala sekolah melulu yang dianggap kurang proposional dalam memberikan pelajaran, terutama untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN.
Faktor lain yang juga mempengaruhi tingginya angka ketidak lulusan adalah siswa yang menganggap enteng soal UN, sehingga bisa saja mereka kurang serius belajar, dan kurang siap dalam menghadapi UN.
Namun demikian, ia minta kepada orang tua siswa supaya tidak cemas dalam menghadapi kenyataan anaknya tidak lulus, pasalnya yang terjadi sekarang bukan merupakan kegagalan anak, namun hanya keberhasilan anak yang tertunda.
"Masih banyak waktu untuk memperbaiki diri, saya minta orang tua tidak memarahi anaknya. Namun, orang tua harus memberi motivasi kepada anak supaya bisa lebih siap dalam menghadapi UN ulangan nanti," tuturnya berharap.
Dalam UN ulangan tidak semua mata pelajaran diulang, namun hanya satu atau dua mata pelajaran saja yang nilainya jeblok. Misalnya, soal matematika yang nilainya di bawah 4, kemudian pelajaran lain tinggi maka yang diulang hanya matematika saja.
"Namun, saya tetap salut kepada delapan sekolah di Samarinda yang lulus mencapai 100 persen, yakni MTs Noor Iman, MTs Labbaika, MTs Antasari, MTs Sabillarasyid, SMP Kristen Sunodia, SMP St Fransiskus Asisi, SMPN 39, dan SMPN 41," papar Harimurti.
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.