Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp14.695 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.680 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah kembali bergerak terdepresiasi terhadap dolar AS menyusul belum adanya momentum positif di dalam negeri dan global. Beberapa hal yang mempengaruhi pelemahan rupiah diantaranya proyeksi perekonomian Indonesia yang masih akan mengalami perlambatan," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan bahwa pernyataan Bank Indonesia yang memprediksi kondisi ekonomi Indonesia sampai semester pertama 2016 belum menunjukan perbaikan menyusul neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran Indonesia yang masih defisit, belum mampu menolong rupiah.

"Harapan perbaikan ekonomi masih minim sehingga membuat laju nilai tukar rupiah cenderung berada di area negatif. Intervensi pasar oleh BI pun diperkirakan hanya bersifat jangka pendek sepanjang belum ada kabar positif dari kinerja pemerintah terutama dalam menyerap anggaran belanja infrastruktur," katanya. (*)


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026