Setelah membaca buku, siswa dapat menempelkan ulasan mereka di pohon pustaka untuk mendapatkan hadiah unik

Samarinda (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 Samarinda, Kalimantan Timur berupaya menumbuhkan budaya literasi bagi siswa melalui kreasi edukatif bernama pohon perpustakaan.

"Setelah membaca buku, siswa dapat menempelkan ulasan mereka di pohon pustaka untuk mendapatkan hadiah unik," kata Kepala SRT 24 Samarinda Hasyim di Samarinda, Kamis.

Pohon perpustakaan yang digagas oleh Duta Literasi Perpustakaan Lamin Vidya Pustaka ini merupakan respons atas peringkat PISA siswa Indonesia yang berada di angka 359.

"Melalui program kolaborasi ini, pihak perpustakaan dan sekolah ingin memberikan kemudahan akses buku sekaligus menggalakkan kembali semangat membaca," kata Hasyim.

Selain pohon perpustakaan, sekolah ini juga aktif menjalankan program Pagi Literasi sebagai wadah pembiasaan baru bagi para pelajar. Pagi Literasi adalah kegiatan membaca buku bersama di dalam kelas pada pagi hari sebelum jam pembelajaran resmi dimulai.

"Para siswa dibebaskan untuk mengeksplorasi dan membaca buku apa saja yang mereka sukai saat berada di lingkungan sekolah," ujar Hasyim.

Guna memantik antusiasme peserta didik, guru di Sekolah Rakyat tersebut turut menerapkan metode membaca nyaring secara bergantian. Metode bercerita ini dinilai pihaknya efektif untuk menghidupkan kembali kisah-kisah menarik dari setiap lembar buku bacaan.

"Anak-anak merasa kegiatan ini sangat seru karena proses belajar membaca tidak lagi terasa kaku dan membosankan. Lewat pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya sekadar belajar mengeja dan membaca barisan teks secara lisan," jelas Hasyim.

Praktik ini, katanya, membantu anak-anak untuk melatih tingkat fokus mereka selama berada di ruang kelas. Tampil membacakan buku di hadapan teman-teman kelasnya juga terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri para siswa.

Lanjut dia, saling menyimak bacaan teman secara bergantian secara tidak langsung ikut mengasah kemampuan anak dalam seni mendengarkan.

"Sinergi berkelanjutan ini berjalan selaras dengan slogan semangat literasi Sekolah Rakyat yakni cerdas bersama dan tumbuh setara. Kami mengharapkan kegiatan literasi semacam ini dapat mencetak generasi muda yang kritis serta berwawasan luas," papar Hasyim.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026