Kegiatan penanaman 1.000 pohon pisang kepok grecek tahap awal di lahan demplot Sepaku berjalan lancar

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menerapkan tiga pilar utama untuk pengelolaan demonstrasi plot (demplot) pisang kepok varietas grecek di kawasan Kecamatan Sepaku.

"Kegiatan penanaman 1.000 pohon pisang kepok grecek tahap awal di lahan demplot Sepaku berjalan lancar," kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan di Kota Samarinda, Minggu.

Dia mengatakan, program ini secara khusus dirancang guna memperkuat ketersediaan benih unggul pisang. Hal tersebut menjadi wujud dari penerapan metode budidaya yang modern sekaligus berkelanjutan.

Terdapat tiga pilar utama yang diterapkan dalam pengelolaan proyek demplot percontohan tersebut. Pilar pertama berfokus pada pemanfaatan benih unggul yang dikembangkan melalui sistem kultur jaringan.

"Seluruh bibit pisang kepok yang ditanam telah diproduksi memakai teknologi laboratorium," ujar Fahmi.

Metode ini bisa menjamin kualitas benih yang seragam dan siap tanam. Tanaman dipastikan memiliki laju pertumbuhan optimal serta tahan terhadap segala serangan penyakit.

Pilar kedua bersandar pada penerapan mekanisasi bidang pertanian yang serba modern. Proses pengelolaan maupun tahap penyiapan lahan dikerjakan secara sangat efektif dan cepat.

Pemanfaatan mesin pertanian ini membuat waktu pengerjaan operasional menjadi jauh lebih efisien. Kondisi struktur tanah juga langsung siap untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Pilar ketiga melalui pendekatan metode organik yang murni berbasis pada agen mikroba. Langkah inovatif tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem lingkungan sekitar.

Selain itu, pendekatan organik juga ditujukan untuk mempertahankan kualitas mutlak dari hasil panen. Budidaya ini pun mengandalkan pemanfaatan mikroba baik untuk menyehatkan unsur hara tanah.

Dijelaskan dia, agen hayati ini berfungsi dalam mengaktifkan nutrisi tanah agar menjadi subur. Hal tersebut akan membuat tanaman pisang lokal bisa terus tumbuh sehat dan kokoh.

"Sinergi antara pembenihan modern, mekanisasi, dan sistem organik membawa harapan bagi daerah," ungkap Fahmi.

Demplot Sepaku diharapkan pihaknya mampu menjadi percontohan bagi para petani setempat. Seluruh pihak diajak terus mendukung inovasi pertanian ini untuk selalu maju bersama-sama.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026