Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Sebanyak 640 pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan masa aktif per 1 Juni 2026, guna mendapat perlindungan kesehatan menyeluruh, yakni pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi.

"Kami menjalin kerja sama dengan empat yayasan pengelola SPPG yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Jaminan Kesehatan Peserta bukan Penerima Upah (PBPU) bagi tenaga kerja di SPPG," ujar Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) Herman Prayudi di Sangatta, Ahad.

 

MoU tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak kesehatan bagi masyarakat melalui sistem yang terintegrasi, khususnya para tenaga kerja yang terlibat dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto berupa Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Herman menjelaskan untuk nilai iuran, mereka masuk dalam kepesertaan kelas tiga dengan total pembayaran Rp42.000 per orang per bulan, dengan skema pembayaran menggunakan sistem subsidi silang antara pemerintah dan yayasan yang merekrut mereka.

"Melalui subsidi silang ini para relawan maupun pekerja dapat lebih fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat tanpa terbebani persoalan biaya kesehatan," katanya.

Skema subsidi silang ini juga menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan pekerja, termasuk yang berada di sektor nonformal.

Pemerintah daerah berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh bagi sektor lainnya, sehingga semakin banyak tenaga kerja yang terlindungi jaminan kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan di Kutai Timur.

Menurutnya, seluruh pekerja di SPPG Kutai Timur tersebut didaftarkan secara kolektif melalui yayasan dengan hak pelayanan di kelas tiga, yang juga mencakup anggota keluarga mereka agar seluruh ekosistem keluarga relawan terlindungi.

"Sebanyak 640 orang tersebut bernaung di bawah empat yayasan yang berbeda, yakni Yayasan Kemala Bhayangkari, Yayasan Kutai Timur Berdikari, Yayasan Swara Mandiri Ummat, dan Yayasan Cerdas Pangan Nusantara," katanya.

Ia mengatakan kerja sama ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Kutai Timur yang menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat guna memastikan seluruh pekerja, termasuk relawan, mendapat hak atas jaminan kesehatan.



Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026