Samarinda (ANTARA) - Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang baru dirilis Badan Pusat Statistik menyebut bahwa bonus demografi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 71,33 persen, menggambarkan rasio ketergantungan lebih rendah.  

Rasio ketergantungan rendah karena jumlah penduduk usia produktif atau usia 15-64 tahun jauh lebih banyak ketimbang yang nonproduktif, baik untuk yang usia 0-14 tahun maupun umur 65 tahun ke atas, dari total 4,05 juta penduduk Kaltim. 

"Hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia produktif sebesar 71,33 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Sensus Penduduk (SP2010) yang sebesar 67,47 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Jumat. 

Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif menunjukkan pola berbeda, untuk kelompok 0-14 tahun mengalami penurunan ketimbang SP2010 dari 30,19 persen menjadi 23,23 persen, sedangkan kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP2010 yaitu dari 2,34 persen menjadi 5,44 persen.  

Perubahan komposisi penduduk kelompok umur ini menunjukkan adanya pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0-14 tahun dan melebar di kelompok umur 15-64 tahun.  

Baca juga: DPR-BPS: Sensus poros utama untuk kebijakan ekonomi tepat sasaran

Hasil SUPAS 2025 menunjukkan rasio ketergantungan sebesar 40,19, yang artinya dari 100 orang penduduk usia produktif menanggung 40-41 orang penduduk usia nonproduktif.  

"Rasio ketergantungan pada periode 2010-2020 menunjukkan tren yang menurun, dari 48,22 pada SP2010 menjadi 42,70 pada SP2020," kata Rifai.

Jika diperhatikan per kabupaten/ kota, lanjutnya, maka rasio ketergantungan tertinggi berada di Kabupaten Mahakam Ulu yang sebesar 42,47, sedangkan rasio ketergantungan terendah berada di Kabupaten Penajam Paser Utara yang hanya 29,92.

Ia juga mengatakan bahwa selama periode 2010-2025, rasio ketergantungan masih berada di bawah 50, yang artinya berada dalam fase bonus demografi.

Menurutnya, dilihat berdasarkan tahun kelahiran, penduduk dikelompokkan menjadi generasi Pre-Boomer, Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, dan Post Generasi Z.

Baca juga: Literasi sensus bantu pelaku ekonomi melangkah tepat sasaran

Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 27,10 persen, diikuti Generasi Milenial sebesar 26,24 persen. Kombinasi kedua generasi muda ini mencakup lebih dari separuh populasi di Kaltim, menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini.

"Kontribusi dari empat generasi lain mencapai 46,66 persen yang terdiri dari Generasi X sebesar 18,62 persen, Post Generasi Z 19,48 persen, Generasi Baby Boomer 7,94 persen, dan Generasi Pre-Boomer sebesar 0,62 persen," kata Rifai.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026