Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim pada Februari 2026 sebesar 5,27 persen, turun 0,06 persen jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya,

Samarinda (ANTARA) - Tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Februari 2026 turun 0,06 persen berkat tingginya serapan tenaga kerja di sektor pertanian dalam arti luas yang meliputi pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan andil sebesar 19,57 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim pada Februari 2026 sebesar 5,27 persen, turun 0,06 persen jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Selasa.

Pada Februari 2026, lanjut ia, penduduk yang bekerja di Kaltim sebanyak 1.995.214 orang, menurun sebanyak 14.776 orang dari Februari 2025.

Sementara struktur lapangan pekerjaan di Kaltim didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 19,57 persen atau 390.461 orang, disusul sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 16,96 persen atau sebanyak 338.446 orang.

Sedangkan lapangan pekerjaan dengan kontribusi paling rendah ialah sektor penyediaan listrik dan air dengan andil hanya 1,01 persen atau menyerap tenaga kerja 20.200 orang.

"Jumlah penduduk bekerja pada kegiatan formal di Februari 2026 tercatat sebanyak 1.106.348 orang atau 55,45 persen, meningkat sebesar 2,37 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam sensus yang dilakukan, pihaknya juga mencatat pekerja setengah pengangguran, yakni persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 0,82 persen, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 0,92 persen dibandingkan Februari 2025.

"Jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Februari 2026 sebanyak 2.106.306 orang, turun 16.850 orang dibanding Februari 2025. Pada periode yang sama, tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami penurunan 0,15 persen dibanding Februari tahun lalu," kata Mas'ud.

Menurutnya,, tingkat pengangguran terbuka di Kaltim dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, sebagai bukti terbukanya lapangan pekerjaan yang dimasuki warga setempat.

Misalnya pada Februari 2022 dengan tingkat pengangguran sebesar 6,77 persen, turun menjadi 6,37 persen pada Februari 2023, turun lagi menjadi 5,75 persen pada 2024, menjadi 5,33 pada 2025, dan turun lagi menjadi 5,,27 persen pada 2026.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026