Samarinda (ANTARA) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, Kalimantan Timur melakukan persiapan untuk mengimplementasikan program keamanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat.
Perlindungan kesehatan ini meliputi jaminan pangan bebas dari cemaran biologis, kimia, dan fisik, sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan daya saing produk di pasar, bahkan untuk memperkuat sistem logistik dan ketersediaan pangan bergizi seimbang.
"Untuk mengimplementasikan program tersebut, pada Senin, pekan ini, kami sudah melakukan audiensi dengan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kukar," ujar Kepala BPOM Samarinda Agung Kurniawan, di Samarinda, Jumat.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas rencana implementasi tiga program strategis nasional di bidang keamanan pangan di kabupaten dengan luas daratan 27.263,10 kilometer persegi dan luas perairan 4.097 kilometer persegi tersebut.
.
Tiga program keamanan pangan ini adalah Program Desa Pangan Aman, Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Program Sekolah Pelaksana Pembudayaan Keamanan Pangan.
Baca juga: Bupati Kukar pastikan pangan aman usai jelajah pasar-agen
Desa Pangan Aman merupakan program yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian desa dalam menjamin keamanan pangan melalui komunitas desa, sehingga warga desa berikut para petani lebih sadar tentang keamanan pangan.
Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas merupakan program revitalisasi pasar tradisional guna mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna berbahaya, yakni melalui pengawasan komunitas pasar.
"Sedangkan Sekolah Pelaksana Pembudayaan Keamanan Pangan, ditujukan sebagai ruang pembinaan keamanan pangan di lingkungan sekolah, khususnya pada pangan jajanan anak sekolah (PJAS) agar terbebas dari cemaran fisik, kimia, dan cemaran biologis," katanya.
Agung Kurniawan menyebut bahwa Kabupaten Kukar dipilih sebagai lokasi prioritas pelaksanaan program ini karena tingginya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keamanan pangan, termasuk memberdayakan masyarakat desa agar mampu memproduksi pangan aman dan sehat.
Dalam audensi tersebut Bupati Kukar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BPOM Samarinda, sehingga pihaknya pun mendukung penuh. Terlebih Pemkab Kukar pun berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan berkelanjutan bagi Kalimantan Timur.
Baca juga: Bapanas awasi pangan di Kaltim hingga April
