Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur menggencarkan strategi pengendalian inflasi dan Gerakan Pangan Murah untuk menekan harga komoditas pangan khususnya cabai rawit.
"Kami terus memperkuat strategi keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi mengingat status ketahanan pangan provinsi secara umum berada pada level waspada," ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana di Samarinda, Jumat.
Yana mengungkapkan, harga cabai rawit di pasaran telah menyentuh angka Rp74.200 per kilogram atau melonjak sekitar 31,89 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain cabai, komoditas jagung pipilan kering dan bawang merah juga terpantau mengalami kenaikan harga yang signifikan melampaui harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Meskipun terdapat gejolak pada produk hortikultura, harga kebutuhan pokok lain seperti beras, gula konsumsi, dan minyak goreng kemasan terpantau relatif stabil dan terkendali.
Pemerintah daerah memberikan atensi karena Indeks Ketahanan Pangan (IKP) per Oktober 2025 menunjukkan 40 persen wilayah Kaltim, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu, masih berada dalam kategori rentan.
Data neraca pangan mencatat Kabupaten Mahakam Ulu saat ini memiliki posisi stok cadangan pangan sebesar nol kilogram atau kosong sama sekali.
Sebaliknya, Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat memiliki cadangan pangan tertinggi di provinsi ini dengan total stok akhir mencapai lebih dari 294 ribu kilogram.
"Guna mengatasi ketimpangan dan lonjakan harga tersebut, pemerintah telah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 482 kali sepanjang tahun 2025," ujarnya.
Kota Balikpapan menjadi wilayah dengan intensitas intervensi pasar tertinggi melalui 179 kali pelaksanaan GPM, sementara Kabupaten Kutai Timur dan Mahakam Ulu tercatat paling sedikit.
Strategi 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Langkah ini kami harapkan mampu menstabilkan harga komoditas serta memastikan ketersediaan pangan jelang akhir tahun," demikian Yana.
Baca juga: DPTPH Kaltim gelar pangan murah, tekan lonjakan harga jelang Natal
