Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa Gebyar Anugerah Literasi 2025 merupakan wujud komitmen dan gerakan nyata untuk membumikan budaya literasi guna menumbuhkan Generasi Emas.
"Penganugerahan literasi bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan gerakan nyata dalam mencetak generasi emas yang cerdas, kreatif, dan berkarakter," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Samarinda, Senin.
Gubernur menekankan literasi harus menjadi budaya yang tumbuh dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, tersebut menjadi ajang apresiasi bagi seluruh insan pegiat literasi di Bumi Etam.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun peradaban literasi menuju generasi cerdas serta berdaya saing.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim Anita Natalia Krisnawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemenang, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif.
"Melalui penganugerahan ini, kami ingin menularkan semangat literasi ke seluruh pelosok Kalimantan Timur," ujar Anita.
Ia menjelaskan salah satu langkah menularkan semangat tersebut adalah melalui berbagai lomba yang mampu menggerakkan partisipasi dan kreativitas masyarakat, yang telah dilaksanakan sejak Maret 2025.
DPK Kaltim menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan berempati.
Baca juga: Wagub Kaltim: Disiplin santri wujudkan pesantren menuju generasi emas
Sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam memperkuat gerakan literasi, DPK Kaltim telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Indonesia Kantor Wilayah Kalimantan Timur.
Gebyar Literasi 2025 juga dimeriahkan dengan Talkshow Literasi bersama Bank Indonesia dan Musisi Literasi Indonesia, Ferry Curtis, yang membahas pentingnya literasi ekonomi dan kreativitas.
Pada kesempatan tersebut, DPK Kaltim memberikan penghargaan kepada para pemenang dari tujuh kategori lomba literasi dan kepustakawanan.
Kategori tersebut meliputi lomba perpustakaan tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan desa/kelurahan.
Selain itu, terdapat pula lomba resensi buku, lomba mewarnai gambar, dan lomba baca puisi untuk mahasiswa serta ASN se-Kalimantan Timur.
Untuk lomba perpustakaan tingkat SMA/SMK/MA, juara 1 diraih oleh MAN Insan Cendikia Paser. Juara 1 lomba perpustakaan tingkat desa/kelurahan diraih oleh Perpustakaan Sumber Ilmu, Desa Binuang PPU.
Sementara juara 1 lomba baca puisi tingkat mahasiswa dan ASN diraih oleh Awang Khalik dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
Baca juga: Mensos: Sekolah Garuda upaya pemerintah menyiapkan generasi emas
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026