Pemkab Kutai Kartanegara sangat mendukung dan memprioritaskan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang cerdas dan gemilang. Terdapat dua jenis beasiswa, yakni beasiswa stimulan dan beasiswa tematik
Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memprioritaskan pendidikan putra-putri setempat untuk generasi unggul agar memiliki daya saing tinggi, antara lain dengan memberikan beasiswa.
"Pemkab Kutai Kartanegara sangat mendukung dan memprioritaskan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang cerdas dan gemilang. Terdapat dua jenis beasiswa, yakni beasiswa stimulan dan beasiswa tematik," kata Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu.
Beasiswa stimulan dibagi menjadi beberapa kategori, seperti kategori prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan kategori yatim piatu pra-sejahtera.
Syarat untuk kategori prestasi akademik bagi pelajar SMA adalah peraih rangking 1 hingga ranking 3 berdasarkan surat dari sekolah. Untuk Program D4 atau S1 dibuktikan dengan nilai IPK minimal 3,0 dan untuk Strata 2 dan Strata 3 dengan IPK minimal 3,25.
Untuk kategori prestasi non-akademik, kata dia, diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi di semua bidang berdasarkan sertifikat yang dimiliki baik di tingkat provinsi maupun nasional, termasuk sertifikat Pemuda Prestasi.
Sedangkan untuk beasiswa tematik, lanjutnya dilakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti Telkom University, Universitas Islam Indonesia (UII), PTIQ, IIQ, dan PKN STAN.
"Pemkab Kukar menyiapkan pendidikan beasiswa tematik untuk menjawab kelangkaan pendidikan di Kukar. Bahkan ke depan, anak-anak di Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut juga disiapkan mendapat beasiswa kedokteran penuh, namun setelah lulus harus kembali ke daerah untuk mengabdi dari mana dia berasal, sesuai standar kompetensi masing-masing," katanya.
Sebelumnya saat pertemuan dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur dan PGRI Kabupaten Kukar, bupati juga mengatakan bahwa pihaknya mengutamakan pendidikan dalam pembangunan, karena pendidikan merupakan investasi penting untuk jangka panjang.
Pemkab Kukar, katanya, telah mencanangkan sekolah gratis, selama tidak melanggar regulasi. Ia mengatakan animo masyarakat termasuk tinggi untuk memperoleh beasiswa pendidikan. Tercatat tahun ini sekitar 1.000 pendaftar yang ingin mendapat beasiswa.
"Namun karena anggaran yang terbatas, maka yang diterima hanya 300 orang. Pilihannya memang sulit, menerima 1.000 pendaftar dengan konsekuensi nilainya dikurangi, yakni dari Rp5 juta nilai beasiswa per orang menjadi Rp1,8 juta per orang," katanya.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026